Makna Tatapan Bayi Baru Lahir

Penelitian yang dilakukan di University of Helsinki dan Children’s Hospital yang berada di Helsinki University Central Hospital menunjukkan, kemampuan bayi baru lahir dalam menatap objek berkaitan dengan kemampuan kognitif visualnya saat masa anak-anak nanti. Rendahnya kemampuan kognitif visual sering kali dialami oleh anak-anak yang pada saat lahir mengalami kekurangan oksigen atau lahir sangat prematur, demikian menurut Dr. Sampsa Vanhatalo, kepala peneliti yang juga profesor di bidang clinical neurophysiology. Dengan adanya studi ini, para ahli dapat mengenali sejak dini adanya masalah kognitif dan juga cara penanganannya.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Ajarkan Fokus Sejak Bayi

Jika ingin anak Mama memiliki kemampuan konsentrasi yang baik saat besar, ajarkan sejak bayi. “Berbagai pengalaman bayi pada masa awal kehidupannya dapat membantu perkembangan otaknya, sehingga ia bisa berfokus pada objek dan orang,” kata Jill Stamm, PhD, salah satu pendiri New Directions Institute for Infant Brain Development dan penulis buku Bright From the Start. Mengajak bayi berbicara sambil menatapnya merupakan salah satu cara untuk melatih fokusnya. “Posisikan bayi dengan baik, sehingga ia dapat melihat Mama dan juga objek yang Mama bicarakan,” saran Stamm. Yang juga penting, batasi penggunaan telepon seluler saat sedang bersama bayi. “Saat Mama berinteraksi dengan bayi sambil berbicara di telepon, bayi akan melihat bahwa Mama tidak benar-benar berfokus padanya. Otomatis, dia juga tidak akan berfokus pada Mama,” kata Stamm.

GAK SABARAN “Di dalam restoran, baru saja saya mendudukkan Rafael di baby chair, Rafael langsung mengatakan, ‘Hmmmm… naaaakk,’ sambil mengecap lidahnya. Keruan saja pelayan yang mengantarkan buku menu jadi senyum-senyum geli melihat tingkah Rafael. Saat menunggu pesanan diantar, Rafael rewel, mungkin dia bosan atau sudah lapar. Lucunya, saat makanan sudah tersaji di atas meja, orang pertama yang heboh adalah Rafael. Dia tidak sabar untuk menyantapnya, bahkan sampai menarik tangan saya agar segera diberikan makanan, padahal saya sedang mendinginkan makanan buatnya. Beneran saja, setelah dingin dan diberikan kepadanya, Rafael lahap menyantapnya seakan-akan dia takut tidak kebagian makanan, ha ha ha….” Yenni Fransiska, mama dari Rafael Tristan Mn (20 bulan)

MAKANNYA HEBOH “Anakku itu kalau dikasih makan sumringah buanget. Setiap menyuapinya, saya lalukan saat kami makan bersama. Awalnya, saya coba dulu sedikit, eh, habis. Lalu, tambah lagi, wuiih, habis lagi. Lucunya, saat sedang disuapi itu dia tampak gembira, tangan dan kakinya selalu bergerak-gerak, pantatnya pun naik turun, ekspresi mukanya ceria sekali. Malah saking hebohnya makan, dia sampai kentut tepat di depan papanya yang tengah makan. Ha ha ha… papanya dapat bonus!” Winda NF, mama dari Luthfy Sakhi Z. (6 bulan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *