WASWAS MENANTI DANA BIDIKMISI bag6

Masalahnya, tahun ini pemerintah menetapkan kuota penerima Bidikmisi setiap perguruan tinggi negeri hanya 10 persen dari daya tampung. Terdapat penurunan 15 persen dari jatah sebelumnya. Akibatnya, hanya 270 dari 773 calon mahasiswa yang menerima bantuan program tersebut. Gerakan penghimpunan dana pun digelar. Himpunan Alumni IPB, misalnya, berhasil mengumpulkan dana Rp 1,4 miliar untuk membantu 371 mahasiswa yang hampir gagal masuk IPB lantaran tak bisa membayar uang kuliah tunggal. ”Semuanya terselamatkan,” kata juru bicara Himpunan Alumni IPB, Andi Irman. Ainun mengatakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tahun ini memang hanya menyalurkan dana Bidikmisi kepada 75 ribu calon mahasiswa.

Penurunan kuota hingga 10 persen ini berlaku untuk semua perguruan tinggi negeri. ”Kami sudah memikirkan. Bidikmisi ini kan sudah lama dan belum naik padahal biaya hidup naik. Tapi anggaran berat, perekonomian berat, jadi belum ada,” ujarnya. Ainun menambahkan, evaluasi terhadap Bidikmisi sudah mendesak. Sebab, sejak penerapan awal program ini, belum dilakukan lagi penghitungan ulang atau peningkatan jumlah dana yang diterima tiap mahasiswa. Bila ini dilakukan, mahasiswa seperti Himawan dan Ade tak perlu waswas memikirkan biaya hidup setiap bulan. Mereka bisa lebih berfokus kuliah agar lulus tepat waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *