Wawancara Sri Mulyani Bag4

Saya berbicara kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Pertanian, mereka melakukan pri oritas. Katakanlah diberi anggaran 100, eksekusi delapan bulan cuma 40. Masak, empat bulan terakhir akan belanja seluruh 60 sisanya. Jadi, pertanyaannya, benar enggak setiap lembaga bisa menghabiskan segitu banyak sampai Desember. Saya sudah pernah menjadi Menteri Keuangan, jadi tahu berapa kemampuan untuk menghabiskan.

Tidak hanya kemampuan belanja, tapi belanja yang baik. Jangan asal belanja. Soal potensi defsit Rp 219 triliun itu sudah termasuk perhitungan dari tax amnesty? Sudah. Sekarang kami punya mekanisme bulanan, tapi nanti mendekati Desember frekuensinya bisa dua mingguan atau mingguan. Kita lihat dinamikanya. Anda memutuskan menghentikan proses pemeriksaan tindak pidana perpajakan untuk menunjang keberhasilan tax amnesty. Itu menambah peminat program?

Relaks Dulu Ya Mam

Banyak aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan usai melahirkan sehingga Mama dapat terhindar dari stres berkepanjangan. Kehamilan yang memunculkan beragam keluhan telah berlalu, si buah hati yang dinantikan pun sudah lahir dengan sehat dan normal. Bahagiakah, Mama? Tentu, dong! Akan tetapi, bukan berarti Mama terbebas dari keluhan, karena sekarang lain lagi keluhannya. Umumnya, terkait dengan perawatan buah hati dan kondisi kesehatan Mama sendiri.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Misalnya: muncul pegal-pegal, lelah, sulit tidur, pusing, demam. Bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga keluhan psikis, seperti: mudah emosi (karena terlalu lelah) atau cemas/khawatir/takut tak bisa menjadi mama yang baik (karena merasa tak bisa merawat bayi dengan baik), dan sebagainya. Mama perlu mengantisipasi dan meng atasi berbagai keluhan tersebut agar bisa fokus merawat dan mengasuh buah hati.

Jika keluhan tersebut dibiarkan sangat mungkin akan bertambah berat, sehingga bukan hanya mengganggu Mama dalam merawat dan mengasuh si kecil, tetapi juga tak baik untuk kesehatan Mama sendiri. Untuk itu, Mama perlu melakukan re laksasi. Caranya? Mudah banget, kok, Ma. Ini ada beberapa saran aktivitas yang dapat Mama lakukan. ‘

Massage Atau Pijat

Proses melahirkan begitu berat, wajar jika tubuh Mama kemudian terasa tidak nyaman karena mungkin kelelahan. Ditambah lagi Mama harus menyusui, merawat, dan mengasuh bayi. Lakukanlah pijat, tetapi jangan sembarangan memilih pemijat, pilihlah yang memahami kalau Mama baru saja melahirkan. Dengan pijat tubuh, Mama akan lebih relaks, meredakan nyeri, melancarkan sirkulasi darah, juga memperlancar produksi ASI. ‘

Bermain Bersama Bayi

“Bagaimana mungkin? Si kecil, kan, baru lahir!” Ya, ya… si kecil memang baru lahir, umurnya mungkin belum genap sebulan. Akan tetapi, bukan berarti Mama tak bisa bermain bersama si kecil. Misalnya, “mengganggu” si kecil kala siang supaya tidak tidur melulu, sehingga malamnya, Mama tidak perlu begadang. Apalagi bayi baru lahir belum mengenal siklus waktu, sehingga Mama perlu mengenalkan pagi/siang dan malam kepadanya agar “kebiasaannya” begadang tak berlanjut hingga di usia berikutnya. Nah, ajak si kecil bermain, semisal dengan menggelitik lem but telapak kakinya, menggoyanggoyangkan mainan yang berbunyi gemerincing sambil mengajaknya bicara, dan lain-lain.

Sumber : https://eduvita.org/

Kala Masjid (Dicap) Menebar Ancaman Bag9

Soal sorotan senat itu, Perdana Menteri Prancis Manuel Valls memastikan para imam masjid kelak wajib dilatih di Prancis. Apalagi, menurut Dewan Muslim Prancis, ”Hanya 20 persen dari semua imam di negara ini adalah warga Prancis.” Pemerintah tak ragu mendepak imam masjid yang dinilai ”melenceng”. Sejak 2012, Prancis telah memulangkan 40 imam asing. ”Mereka dideportasi.

Masjid mereka ditutup,” kata Menteri Cazeneuve. Hassan El Alaoui, yang bertanggung jawab mencalonkan imam lokal dan regional di Prancis, menilai peran imam sangat vital. ”Masih ada 100-160 masjid yang akan ditutup karena menyebarkan kebencian, imamnya berkhotbah takfri,” ujarnya, merujuk pada ajaran yang mengkafrkan sesama muslim hanya karena tidak sepaham. ”Khotbah takfri seharusnya dilarang di negara-negara Islam, terlebih di negara aman seperti Prancis.”

Odha Tetap Berhak Punya Keturunan Bag2

Kunci Sukses Pmtct

Menurut literatur, program pencegahan penularan ibu ke anak (PMTCT) berhasil menurunkan risiko dari 30-40% menMadi kurang dari 6-8, bahkan bisa hingga 2%, penularan HIV/AIDS pada ibu ke bayi. Namun, untuk bisa sukses melakukan program ini, ODHA dan pasangansMuga keluargasperlu me merhatikan empat pilar PMTC, yaitu: • Ibu minum obat ARV dengan tuMuan menurunkan kadar virus. • Memilih cara persalinan sesar saat melahirkan.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

  • %ayi minum ARV selama 6 minggu sebagai upaya profi laksis. • Pemilihan nutrisi bayi yaitu ASI atau susu formula. Tapi dianjurkan bukan ASI ODHA. Sukses tidaknya program PMTCT ini memang tidak bisa dilihat saat dilakukan persiapan, pembuahan, hamil, atau bersalin. Keberhasilan baru bisa dibuktikan melalui pemeriksaan bayi selama 3 periode, yaitu: • kadar virus pada bayi saat umur 1 bulan. • kadar virus pada bayi kala usia 4-6 bulan.

  • Pemeriksaan anti-HIV saat anak berusia 18 bulan. Sayangnya, untuk di Indonesia, evaluasi keberhasilan program PMTCT ini masih sulit, karena harus melibatkan beberapa institusi, seperti: Puskesmas, RS berbagai klasifikasi sekunder dan tersier, juga LSM. Meski demikian, penting untuk memastikan ODHA secara konsisten dan kontinu me ngonsumsi ARV lebih dari enam bulan. Kenapa enam bulan? Literatur menunjukkan, mengonsumsi ARV selama 6 bulan dapat menurunkan kadar virus menjadi tidak terdeteksi. Nah, komitmen inilah yang lebih menentukan kesuksesan program PMTCT.

Pasangan Aman Jika Disiplin Arv

Meski belum ada program khusus untuk tidak menularkan virus pada pasangan yang bukan ODHA (diskor dan), segala sesuatunya bisa tetap aman, kok. Kuncinya? Lagi-lagi ada pada ODHA dalam mengonsumsi ARV. Jadi, sekalipun memilih pembuahan dengan cara natural alias lepas kondom, diskordan tetap bisa selamat dari penularan infeksi HIV/AIDS jika pasangannya yang ODHA disiplin dalam menjalani program ARV (yang harus dijalaninya seumur hidup). Selain itu, pasangan bukan ODHA harus rutin melakukan VCT (Voluntary Counseling Test) sebanyak 4 kali dalam setahun, lalu pemeriksaan CD4 sebanyak 3 kali setahun, dan VL (viral load test) sekali setahun. Tujuannya, tak lain untuk memastikan pasangan bukan ODHA tidak terinfeksi virus HIV.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Kebencian Yang Bertahan Lama Bag7

Hakim distrik hanya menetapkan jaminan sebesar US$ 60 ribu, yang langsung dibayar Majors. Rami Jabara, adik Khalid, mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap jaksa. ”Kami sudah menempuh semua jalur hukum yang ada untuk meminta perlindung an. Saya rasa sistem sudah tak bisa lagi melindungi korban,” ucap Rami, yang berprofesi sebagai pengacara.

Meski Khalid telah melaporkan bahwa Majors melanggar perintah pengadilan karena memiliki senjata api, polisi menolak menggeledah rumahnya. ”Kami sudah menyelidiki, tapi tidak menemukan aktivitas kriminal,” kata Jeanne MacKenzie, juru bicara Kepolisian Tulsa, kepada The Electronic Intifada pada Rabu pekan lalu. Beberapa bulan setelah masa kampanye pemilihan umum Presiden Amerika Serikat, kasus Islamofobia meningkat.

Sukses Berbuka Puasa Bersama

Berbuka bersama dengan duduk berke liling memiliki banyak manfaat. Ketika duduk, kita akan makan lebih pelan sehingga cen derung makan secukupnya. Kita bisa lebih memerhatikan apa yang dimakan sehingga memberi kepuasan di mata, sekaligus mengontrol berapa banyak yang masuk ke mulut. Karena itu, para psikolog dan konselor keluarga menekankan pentingnya acara rutin duduk makan bersama.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Keuntungan

  • Makanan keluarga cenderung lebih sehat dan berimbang dibanding makanan yang dibeli di luar. • Keluarga secara tidak langsung akan belajar untuk bekerja sama dalam merencanakan menu makanan, mempersiapkan, memasak, dan membereskan. • Orangtua juga dapat mengajari anak-anak tentang tata krama dan kebiasaan makan yang baik. • Makan bersama sambil duduk merupa kan saat pemberian nutrisi bagi seluruh keluarga dan ajang berkomunikasi yang efektif.

  • • Duduk bersama menikmati makanan dapat meningkatkan kualitas perkawinan. • Duduk bersama untuk makan secara teratur membantu kita menjaga keterbukaan dalam berkomunikasi dengan pasangan. • Makan bersama dapat menjadi jangkar keluarga; menjadi ketetapan yang mene nangkan untuk keseharian para anggota keluarga. • Dengan mementingkan dan memasukkan acara makan keluarga ke dalam jadwal harian, hal ini menunjukkan kepada pasangan dan anak-anak betapa mereka merupakan prioritas utama dalam kehidupan kita.

Kunci Sukses

  • Upayakan untuk benar-benar bisa berbuka puasa bersama minimal empatlima kali selama Ramadan. • Buatlah daftar makanan yang disukai semua anggota keluarga. Gunakan daftar ini untuk merencanakan menu sehat keluarga. • Pilih menu keluarga yang praktis sehingga hanya membutuhkan waktu singkat untuk menyiapkannya. Simpan menu yang pembuatannya lebih memakan waktu untuk waktu lain yang lebih longgar. • Matikan TV dan semua telepon genggam selama waktu berbuka. • Jaga pembicaraan di saat makan bersama agar tetap positif dan menyenangkan.

Topik-Topik Yang Dapat Dibicarakan

  • Apa kejadian yang paling disukai hari ini? • Apa tantangan terbesar berpuasa hari ini? • Diskusi tentang rencana mudik. • Membahas liburan yang ingin dilakukan bersama.

Sumber : https://ausbildung.co.id/