Relaks Dulu Ya Mam

Banyak aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan usai melahirkan sehingga Mama dapat terhindar dari stres berkepanjangan. Kehamilan yang memunculkan beragam keluhan telah berlalu, si buah hati yang dinantikan pun sudah lahir dengan sehat dan normal. Bahagiakah, Mama? Tentu, dong! Akan tetapi, bukan berarti Mama terbebas dari keluhan, karena sekarang lain lagi keluhannya. Umumnya, terkait dengan perawatan buah hati dan kondisi kesehatan Mama sendiri.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Misalnya: muncul pegal-pegal, lelah, sulit tidur, pusing, demam. Bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga keluhan psikis, seperti: mudah emosi (karena terlalu lelah) atau cemas/khawatir/takut tak bisa menjadi mama yang baik (karena merasa tak bisa merawat bayi dengan baik), dan sebagainya. Mama perlu mengantisipasi dan meng atasi berbagai keluhan tersebut agar bisa fokus merawat dan mengasuh buah hati.

Jika keluhan tersebut dibiarkan sangat mungkin akan bertambah berat, sehingga bukan hanya mengganggu Mama dalam merawat dan mengasuh si kecil, tetapi juga tak baik untuk kesehatan Mama sendiri. Untuk itu, Mama perlu melakukan re laksasi. Caranya? Mudah banget, kok, Ma. Ini ada beberapa saran aktivitas yang dapat Mama lakukan. ‘

Massage Atau Pijat

Proses melahirkan begitu berat, wajar jika tubuh Mama kemudian terasa tidak nyaman karena mungkin kelelahan. Ditambah lagi Mama harus menyusui, merawat, dan mengasuh bayi. Lakukanlah pijat, tetapi jangan sembarangan memilih pemijat, pilihlah yang memahami kalau Mama baru saja melahirkan. Dengan pijat tubuh, Mama akan lebih relaks, meredakan nyeri, melancarkan sirkulasi darah, juga memperlancar produksi ASI. ‘

Bermain Bersama Bayi

“Bagaimana mungkin? Si kecil, kan, baru lahir!” Ya, ya… si kecil memang baru lahir, umurnya mungkin belum genap sebulan. Akan tetapi, bukan berarti Mama tak bisa bermain bersama si kecil. Misalnya, “mengganggu” si kecil kala siang supaya tidak tidur melulu, sehingga malamnya, Mama tidak perlu begadang. Apalagi bayi baru lahir belum mengenal siklus waktu, sehingga Mama perlu mengenalkan pagi/siang dan malam kepadanya agar “kebiasaannya” begadang tak berlanjut hingga di usia berikutnya. Nah, ajak si kecil bermain, semisal dengan menggelitik lem but telapak kakinya, menggoyanggoyangkan mainan yang berbunyi gemerincing sambil mengajaknya bicara, dan lain-lain.

Sumber : https://eduvita.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *