Cegah Hepatitis A Bag2

Ekskresi kronis pada VHA tidak pernah dilaporkan. Infeksi Hepatitis A sering terjadi dalam bentuk kejadian luar biasa (KLB) dengan masa inkubasi penyakit sekittar 15—50 hari (rata-rata 28—30 hari).

Ini Gejalanya, Ma!

Gejala terbanyak yang ditunjukkan oleh “korban” VHA di IPB adalah demam, mual, muntah, dan air kencing berwarna kuning seperti teh. Sebenarnya, tanda dan gejala awal infeksi virus Hepatitis A sangat bervariasi dan bersifat tidak spesifi k. Demam, kelelahan, anoreksia (tidak nafsu makan) dan gangguan pencernaan (mual, muntah, kembung) dapat ditemukan pada awal penyakit.

“ cara kerja di jerman melalui program ausbildung di Jerman gratis “ ~ sat-jakarta ~

Dalam waktu satu minggu, beberapa penderita dapat mengalami gejala kuning (ikterus), disertai gatal pada tubuh, buang air kecil berwarna seperti teh, dan tinja berwarna pucat. Infeksi pada anak berusia di bawah 5 tahun, umumnya tidak memberikan gejala yang jelas dan hanya 10% yang akan memberikan gejala ikterus. Pada anak yang lebih tua dan dewasa, gejala yang muncul biasanya lebih berat dan ikterus terjadi pada lebih dari 70% penderita. Disamping gejala dan tanda klinis yang kadang tidak muncul, diagnosis Hepatitis A dapat ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan IgM-antiVHA serum penderita.

Tidak Berbahaya, Kok!

Untunglah, penyakit Hepatitis A tidak berbahaya. Pengobatan yang dilakukan, utamanya adalahmeningkatkan daya tahan tubuh dengan cara mengonsumi makanan bergizi dan cukup istirahat. Rawat inap diperlukan hanya bila penderita tidak dapat makan dan minum, serta terjadi dehidrasi berat. Itu pun tidak perlu isolasi. Imunisasi pasif (lihat pada “Pencegahan Spesifik”) dapat diberikan pada orang yang terpajan cairan tubuh penderita.

Meski tak berbahaya, lamanya masa penyembuhan dapat memberikan kerugian ekonomi dan sosial. Penyakit ini juga tidak memiliki pengobatan spesifik yang dapat mengurangi lama penyakit, sehingga dalam penatalaksanaan Hepatitis A, tindakan pencegahan adalah yang paling diutamakan. Pencegahan Hepatitis A dapat dilakukan, baik dengan pencegahan nonspesifi k (perubahan perilaku) maupun pencegahan spesifik (imunisasi).

postingan sebelumnya : Cegah Penyakit hepatitis A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *