Cegah Hepatitis A

Infeksi virus yang menular ini tidak berbahaya. Namun, karena proses penyembuhannya berlangsung lama, maka pencegahan penting dilakukan. Belum lama ini diberitakan, sebanyak 28 mahasiswa IPB (Institut Pertanian Bo- gor) yang tinggal di asrama dan rumah kos di sekitar kampus IPB Dramaga Bogor, menderita penyakit Hepatitis A.

“ rekomendasi tempat terbaik kursus bahasa Jerman di Jakarta dengan fasilitas lengkap “ ~ sat-jakarta.com ~

Kejadian ini diperkirakan telah berlangsung sejak minggu ke-2 November 2015. Sampai-sampai, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menyatakan telah terjadi kejadian luar biasa (KLB) Hepatitis A di wilayahnya. Hepatitis A adalah penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis A (HVA) dari family picornaviridae yang bersifat termostabil (tahan panas), tahan asam, dan tahan terhadap empedu, serta diketahui dapat bertahan hidup dalam suhu ruangan selama lebih dari 1 bulan. Pejamu infeksi VHA terbatas pada manusia dan beberapa binatang primata.

Cara Penularan

Hepatitis A merupakan penyakit menular. Umumnya sumber penularan berasal dari air minum yang tercemar, makanan yang tercemar, makanan yang tidak dimasak, dan sanitasi yang buruk. Selain itu, meskipun bukan merupakan cara penularan yang utama, penularan lewat transfusi atau penggunaan jarum suntik bekas penderita dalam masa inkubasi juga pernah dilaporkan.

Hasil investigasi terhadap kasus Hepatitis A di Bogor memperkirakan sumber penularan Hepatitis A ada pada rantai penyediaan pangan yang dikonsumsi masyarakat kampus IPB, seperti kantin, penyedia makanan di salah satu unit asrama mahasiswa, dan suplai air minum dalam galon. Hepatitis A ditularkan secara secara fekal-oral, virus masuk ke dalam saluran pencernaan melalui makanan dan minuman yang tercemar oleh tinja penderita VHA.

Kemudian, virus masuk ke hatimelalui peredaran darah untuk selanjutnya menginvasi sel-sel hati (hepatosit) dan melakukan replikasi (berkembang biak) di hepatosit. Jumlah virus yang tinggi dapat ditemukan dalam tinja penderita sejak 3 hari sebelum muncul gejala hingga 1—2 minggu setelah munculnya gejala kuning (ikterus) pada penderita. Pengeluaran (ekskresi) virus melalui tinja penderita pernah dilaporkan mencapai 6 bulan pada bayi dan anak. Sebagian besar kasus kemungkinan tidak akan menular lagi di minggu pertama setelah ikterus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *