Toast dan Duel Kipas Bag5

Tidak vulgar, meledak-ledak, atau voluptuous. Enggar-enggar bukan karya Retno Maruti, melainkan karya Wahyu Santosa Prabowo dan Sunarno. Wahyu bergabung dengan Padnecwara sejak awal grup berdiri. Karya ini pernah ditarikan Retno dan Wahyu beberapa tahun lalu. Tarian ini menceritakan adegan Damarwulan pamit kepada Anjasmara, sang istri. Ia hendak melawan Menakjingga, Adipati Blambangan, yang tak mungkin dimenanginya.

Toh, ia harus tetap pergi memenuhi tugas perang Kencanawungu, Ratu Majapahit. Sebuah ”love dance” mengenai perpisahan. Selanjutnya, koreograf Sekar Puri, yang menampilkan delapan penari. Semuanya membawa payung. Unsur payung diambil dari khazanah tari gambyong. Pada nomor ini, anggota-anggota baru Padnecwara yang belia dilibatkan, termasuk si kecil Kanyaka, cucu pasangan Retno Maruti-Sentot Sudiharto yang baru berumur 7 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *