Toast dan Duel Kipas Bag6

Lalu ada juga Dhea, putri pendidik anak Kak Seto Mulyadi. ”Dia baru beberapa bulan ikut Padnecwara. Dasarnya malah balet,” kata Sentot. Payung yang dipakai adalah payung model keraton buatan industri kerajinan payung Juwiring Solo. Awalnya para penari membentuk lingkaran, kemudian berpisah menjadi dua. Lalu membentuk dua baris dengan posisi serong saling berseberangan. Satu kelompok menampilkan posisi bundaran payung ke muka.

Satu kelompok lain menampilkan bulatan payung ke belakang. Permainan payung yang kontras diperhitungkan. Nomor puncak adalah Kumolo Bumi, yang menunjukkan kemampuan tafsir Rury Nostalgia sebagai koreografer. Karya ini sudah beberapa kali ditampilkan, tapi tetap menarik. Koreograf ini terilhami tari Adaninggar Kelaswara, tari putri Surakarta yang bertolak dari kisah Serat Menak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *