Boneka Butut Masih Jadi Kesayangan Bag3

Tawarkan Pengalih

Mengalihkan anak pada aktivitas lain yang menyenangkan juga disarankan Gia. Contoh, anak dikenalkan dengan permainan yang mengasah gerak motoriknya, seperti bermain play dough, berenang, bersepeda, dan lain sebagai nya. Aktivitas ini memungkinkan batita untuk tidak memegang benda butut kesayangannya dan dapat mengalihkan perhatian anak.

“ Info lengkap beasiswa kuliah di Jerman S1 dan S2 gratis “ ~ upstory.org ~

Pada waktu tidur, kita dapat menemani si kecil dengan membacakan dongeng sebelum tidur. Bila aktivitas ini dilakukan setiap hari, perhatian anak dapat teralih sehingga dapat melepaskan ketergantungan dari benda butut itu untuk dapat tertidur. Mama Papa juga dapat menemani batita beberapa saat setelah ia terlelap, sehingga anak benar-benar merasakan kedekatan dengan orangtua. Jangan lupa memuji batita atau menyampaikan kata-kata positif saat anak mau melepaskan diri dari benda kesayangannya.

“Anak pintar, suka kebersihan, yaaa… . Bonekanya kita cuci dulu, ya, supaya tidak bau dan warnanya bagus lagi.” Jika segala upaya telah dilakukan, namun batita tetap tidak mau melepaskan diri dari benda butut kesayangannya, saran Gia, berkonsultasilah dengan psikolog. “Kondisi ini bisa disebabkan permasalahan interaksi anak dengan orangtua dan lingkungannya sehingga perlu penanganan lebih lanjut,” paparnya. Tentu, kerja sama dari kedua orangtua dan orangorang di lingkungan terdekat anak sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dan menghilangkan kebiasaan tersebut. Semoga dengan usaha-usaha ini, si batita bisa segera melepaskan guling/selimut bututnya.

Ayo, Belajar Sikat Gigi Sendiri!

Jika si kecil sering melihat Mama atau Papa menyikat gigi, maka mulai usia 2 tahun daoat diajarkan untuk sikat gigi sendiri. Ajarkan cara berkumur dan meludahkan air ke arah wastafel. Jangan cemas jika si kecil masih belum bisa menyikat gigi dengan baik, karena pada masa ini tujuan utamanya adalah memperkenalkan pentingnya kebiasaan merawat gigi serta meningkatkan percaya dirinya saat bisa menyelesaikan satu pekerjaan. Selebihnya, Mama masih harus mendampinginya saat menyiikat gigi; bisa dengan menyikatkan giginya sekali lagi dengan lebih bersih setelah ia selesai atau dengan membiarkannya menyikat gigi sendiri di pagi hari, lalu Mama menyikatkan giginya di malam hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *