Toast dan Duel Kipas Bag5

Tidak vulgar, meledak-ledak, atau voluptuous. Enggar-enggar bukan karya Retno Maruti, melainkan karya Wahyu Santosa Prabowo dan Sunarno. Wahyu bergabung dengan Padnecwara sejak awal grup berdiri. Karya ini pernah ditarikan Retno dan Wahyu beberapa tahun lalu. Tarian ini menceritakan adegan Damarwulan pamit kepada Anjasmara, sang istri. Ia hendak melawan Menakjingga, Adipati Blambangan, yang tak mungkin dimenanginya.

Toh, ia harus tetap pergi memenuhi tugas perang Kencanawungu, Ratu Majapahit. Sebuah ”love dance” mengenai perpisahan. Selanjutnya, koreograf Sekar Puri, yang menampilkan delapan penari. Semuanya membawa payung. Unsur payung diambil dari khazanah tari gambyong. Pada nomor ini, anggota-anggota baru Padnecwara yang belia dilibatkan, termasuk si kecil Kanyaka, cucu pasangan Retno Maruti-Sentot Sudiharto yang baru berumur 7 tahun.

Cegah Hepatitis A Bag2

Ekskresi kronis pada VHA tidak pernah dilaporkan. Infeksi Hepatitis A sering terjadi dalam bentuk kejadian luar biasa (KLB) dengan masa inkubasi penyakit sekittar 15—50 hari (rata-rata 28—30 hari).

Ini Gejalanya, Ma!

Gejala terbanyak yang ditunjukkan oleh “korban” VHA di IPB adalah demam, mual, muntah, dan air kencing berwarna kuning seperti teh. Sebenarnya, tanda dan gejala awal infeksi virus Hepatitis A sangat bervariasi dan bersifat tidak spesifi k. Demam, kelelahan, anoreksia (tidak nafsu makan) dan gangguan pencernaan (mual, muntah, kembung) dapat ditemukan pada awal penyakit.

“ cara kerja di jerman melalui program ausbildung di Jerman gratis “ ~ sat-jakarta ~

Dalam waktu satu minggu, beberapa penderita dapat mengalami gejala kuning (ikterus), disertai gatal pada tubuh, buang air kecil berwarna seperti teh, dan tinja berwarna pucat. Infeksi pada anak berusia di bawah 5 tahun, umumnya tidak memberikan gejala yang jelas dan hanya 10% yang akan memberikan gejala ikterus. Pada anak yang lebih tua dan dewasa, gejala yang muncul biasanya lebih berat dan ikterus terjadi pada lebih dari 70% penderita. Disamping gejala dan tanda klinis yang kadang tidak muncul, diagnosis Hepatitis A dapat ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan IgM-antiVHA serum penderita.

Tidak Berbahaya, Kok!

Untunglah, penyakit Hepatitis A tidak berbahaya. Pengobatan yang dilakukan, utamanya adalahmeningkatkan daya tahan tubuh dengan cara mengonsumi makanan bergizi dan cukup istirahat. Rawat inap diperlukan hanya bila penderita tidak dapat makan dan minum, serta terjadi dehidrasi berat. Itu pun tidak perlu isolasi. Imunisasi pasif (lihat pada “Pencegahan Spesifik”) dapat diberikan pada orang yang terpajan cairan tubuh penderita.

Meski tak berbahaya, lamanya masa penyembuhan dapat memberikan kerugian ekonomi dan sosial. Penyakit ini juga tidak memiliki pengobatan spesifik yang dapat mengurangi lama penyakit, sehingga dalam penatalaksanaan Hepatitis A, tindakan pencegahan adalah yang paling diutamakan. Pencegahan Hepatitis A dapat dilakukan, baik dengan pencegahan nonspesifi k (perubahan perilaku) maupun pencegahan spesifik (imunisasi).

postingan sebelumnya : Cegah Penyakit hepatitis A

Cegah Hepatitis A

Infeksi virus yang menular ini tidak berbahaya. Namun, karena proses penyembuhannya berlangsung lama, maka pencegahan penting dilakukan. Belum lama ini diberitakan, sebanyak 28 mahasiswa IPB (Institut Pertanian Bo- gor) yang tinggal di asrama dan rumah kos di sekitar kampus IPB Dramaga Bogor, menderita penyakit Hepatitis A.

“ rekomendasi tempat terbaik kursus bahasa Jerman di Jakarta dengan fasilitas lengkap “ ~ sat-jakarta.com ~

Kejadian ini diperkirakan telah berlangsung sejak minggu ke-2 November 2015. Sampai-sampai, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menyatakan telah terjadi kejadian luar biasa (KLB) Hepatitis A di wilayahnya. Hepatitis A adalah penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis A (HVA) dari family picornaviridae yang bersifat termostabil (tahan panas), tahan asam, dan tahan terhadap empedu, serta diketahui dapat bertahan hidup dalam suhu ruangan selama lebih dari 1 bulan. Pejamu infeksi VHA terbatas pada manusia dan beberapa binatang primata.

Cara Penularan

Hepatitis A merupakan penyakit menular. Umumnya sumber penularan berasal dari air minum yang tercemar, makanan yang tercemar, makanan yang tidak dimasak, dan sanitasi yang buruk. Selain itu, meskipun bukan merupakan cara penularan yang utama, penularan lewat transfusi atau penggunaan jarum suntik bekas penderita dalam masa inkubasi juga pernah dilaporkan.

Hasil investigasi terhadap kasus Hepatitis A di Bogor memperkirakan sumber penularan Hepatitis A ada pada rantai penyediaan pangan yang dikonsumsi masyarakat kampus IPB, seperti kantin, penyedia makanan di salah satu unit asrama mahasiswa, dan suplai air minum dalam galon. Hepatitis A ditularkan secara secara fekal-oral, virus masuk ke dalam saluran pencernaan melalui makanan dan minuman yang tercemar oleh tinja penderita VHA.

Kemudian, virus masuk ke hatimelalui peredaran darah untuk selanjutnya menginvasi sel-sel hati (hepatosit) dan melakukan replikasi (berkembang biak) di hepatosit. Jumlah virus yang tinggi dapat ditemukan dalam tinja penderita sejak 3 hari sebelum muncul gejala hingga 1—2 minggu setelah munculnya gejala kuning (ikterus) pada penderita. Pengeluaran (ekskresi) virus melalui tinja penderita pernah dilaporkan mencapai 6 bulan pada bayi dan anak. Sebagian besar kasus kemungkinan tidak akan menular lagi di minggu pertama setelah ikterus.