Ke Mana Hilangnya Janinku?

Bisa terjadi, pada pemeriksaan awal, Mama diketahui hamil kembar, namun pada pemeriksaan berikutnya, ternyata salah satu janin sudah tidak ada lagi. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Dara (sebut saja demikian) di- nyatakan hamil oleh dokter. Bahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, terdapat tiga kantong kehamilan alias kembar tiga.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Ketika dokter menyampaikan kabar ini, karuan saja Dara dan sang suami kaget. Jangankan tiga, bisa hamil satu janin saja sungguh sangat bersyukur. Akan tetapi, pada pemeriksaan berikutnya, ditemukan fakta, hanya terdapat dua kantong kehamilan dan keduanya sudah terdeteksi ada denyutnya. Ke mana “hilangnya” kantong kehamilan yang satu lagi? Rupanya, kantong kehamilan yang satunya itu tidak berkembang. Lalu, pada pemeriksaan selanjutnya, ternyata didapati satu janin lagi tak bernyawa. Jadi, tinggal satu janin yang bertahan. Dokter maupun Dara cukup panik.

Akan tetapi, kedua pihak bertekad untuk sekuat tenaga berusaha agar kehamilan ini bisa bertahan hingga cukup bulan sekaligus siap dengan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Singkat cerita, sang bayi akhirnya bisa lahir sehat dan selamat melalui persalinan spontan. SULIT DIDETEKSI “Lenyapnya” janin kembar atau vanishing twin syndrome, bahasa medisnya, disebabkan janin tidak tumbuh atau tidak berkembang pada awal kehamilan, umumnya di usia kehamilan kurang dari 5—6 minggu. Mama pun tak merasakan gejala-gejala kalau salah satu janin kembarnya akan “lenyap”.

Dari keseluruhan kehamilan kembar, angka kejadian “lenyap”-nya janin sulit dideteksi karena biasanya pemeriksaan USG telat dilakukan, bukan dari awal kehamilan. Lagi pula, memang belum ada yang meneliti hal tersebut. Rupanya, masalah vanishing twins ini belum lama dikemukakan dan dibahas. Namun, dari hasi penelitian yang masih terbatas di Amerika Serikat disebutkan, vanishing twins terjadi pada 21—30% kehamilan multifetal.

Sedangkan dari penelitian di Eropa pada kehamilan dengan Assisted Reproductive Technology (ART) menunjukkan, 10—15% kehamilan tunggal sebelumnya merupakan kehamilan multiple. Angka kejadian vanishing twins akan lebih besar pada saat konsepsi dibanding yang diketahui saat melahirkan. Vanishing twins tersebut makin menarik banyak perhatian dokter dan ahli seiring dengan kemajuan teknologi USG yang makin detail dan makin sensitif menangkap gambar janin dan hasil konsepsi. Nah, dengan berkembangnya teknologi USG ini dan makin sadarnya mamil melakukan pemeriksaan secara dini, tentu hilangnya kembaran tersebut bisa diketahui.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *