Migrasi Rumah Kerang Bag7

Tujuh bulan setelah dipasang di dasar perairan Pulau Pelangi, Domus Musculi telah tertutup sepenuhnya oleh limestone berwarna kekuningan. Koral yang dicangkokkan pada pipa-pipa besi telah berkembang dan menghasilkan tunas. Pemindahan bangun kerangka yang telah jadi itu tak sederhana. Butuh teknik khusus agar pemindahan tak merusak lapisan gamping dan koral yang telah tumbuh.

Teguh bersama penyelam dari Yayasan Terumbu Rupa dan sejumlah sukarelawan pertama-tama mengaitkan belasan jeriken pada titik-titik tertentu di tubuh struktur itu. Jeriken dipompa dengan udara hingga Domus Musculi perlahan mengapung ke permukaan. Agar konstruksi yang telah jadi itu tak buyar, pelan-pelan kapal kayu menarik Domus menuju Pulau Sepa.

5 Aturan Ber-Gadget

Dengan menerapkan 5 aturan bergawai, anak akan aman berselancar di dunia maya maupun nge-game. 1.GUNAKAN USIA ANAK Idealnya, hingga usia 5 tahun, GADGET SESUAI anak tidak diberikan gadget, kecuali dalam kondisi yang tidak memungkinkan dan itu pun harus dengan pendampingan. Misalnya, saat menunggu dokter sementara anak harus duduk tenang, boleh saja Mama Papa memberikan gadget, tetapi tidak dalam waktu lama, cukup 1o—15 menit saja, dan tetap didampingi.

Baca juga : kursus ielts di jakarta

Di atas 6 tahun, anak boleh mulai menggunakan gadget. Utamakan penggunaannya sebagai penunjang produktivitas. Contoh, membantu anak agar dapat memperoleh informasi dan pengetahuan di luar sekolah, seperti, mencari referensi pengetahuan dari internet. Boleh juga untuk hiburan dari ponsel, semisal, mendengarkan lagu-lagu favoritnya. Namun waktunya tak boleh terlalu lama, cukup 1 jam sehari. Kita pun harus tetap mendampinginya dan mengarahkannya, jangan sampai ia mengakses situs-situs bernuansa porno dan kekerasan.

Mulai usia 11 tahun, anak boleh menggunakan ponsel atau gadget dengan lebih leluasa sambil kita melatihnya bertanggung jawab atas diri. Untuk itu, buatlah aturan/kesepakatan bersama dan minta anak mematuhinya. Contoh, berapa jam dalam sehari anak boleh bergadget, situs-situs apa saja yang terlarang dikunjungi olehnya, tidak boleh bermedia sosial hingga usia 18 tahun, menyaring pertemanan, dan lainnya. Jika ia melanggar, beri hukuman yang telah disepakati saat pembuatan aturan/kesepakatan.

  1. HADIRLAH DI SISI ANAK Mama Papa selalu berusaha hadir lebih dekat di sisi anak dan mendampinginya saat “harus” bergadget. Arahkan dan kontrol apa saja yang boleh dilihat atau dimainkannya. Di usia balita, anak mulai peka terhadap lingkungan, baik di rumah maupun lingkungan bermain dengan anak seusianya. Berikan pengertian kepadanya bahwa tontonan yang dilihatnya bukan nyata, tetapi sekadar tontonan yang bisa dijadikan pengalaman menyenangkan. Masuk usia 4—5 tahun, anak akan lebih kritis dalam memilih situs atau tontonan yang mereka inginkan. Beri kebebasan kepada anak, tetapi tetap orangtua yang pegang kendali.

Kebebasan yang dimaksud adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasisebanyak-banyaknya, sehingga dengan sendirinya dia akan mengetahui kesalahan yang dibuatnya sendiri. Orangtua juga harus memilihkan situs-situs ramah anak sebelum anak memegang gadget secara langsung. Pada tahapan usia selanjutnya, 5—7 tahun, keingintahuan anak jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Anak cenderung melakukan eksplorasi sendiri dengan mencontoh lingkungan sekitar, sehingga perlu pendampingan orangtua. Orangtua juga perlu mencari tahu situs-situs yang cocok untuk anak seusia ini.

Sumber : https://westwoodprep.com/id/

Live Painting Atau Metaekologi Kedua Bag6

Rain, yang hanya sempat saya ikuti di YouTube dan membaca resensi di LA Times, pada hemat saya masih mengandung kisah dan ada yang menjadi fokus, yaitu lukisan. Peresensi LA Times, Mark Swed, menutup resensinya kira-kira seperti ini: ”Sungguh membosankan melihat cat mengering (di kanvas), tapi tidak di pertunjukan Rain Coloring Forest ini; penonton pun enggan beranjak walau lampu gedung sudah dinyalakan.”

Bahkan saya sulit mengatakan bahwa Live Painting adalah peristiwa gerak, berproperti kanvas, yang di akhir pertunjukan kanvas itu menjadi lukisan. Lebih dari satu jam performance di air mancur Istana Kampong Glam ini tak saya tangkap sebagai proses terjadinya sebuah lukisan.

Kamus Tangisan Bayi Bag2

Tangis pendek, diikuti keheningan, lalu menangis pendek lagi, seperti merengek. Arti tangisan : Bayi bosan, mencari perhatian, ingin diajak bermain. Yang harus dilakukan : Dekati bayi, lalu beri sentuhan fisik padanya. Bisa dengan menyodorkan jari, memeluknya, menggendongnya, mengajaknya ngobrol, dan menyanyikan lagu.

Baca juga : Kerja di Jerman

Tangisan disertai jeritan, muka memerah, menarik kaki ke arah perut, dan mengepalkan tangan. Biasanya terjadi setelah menyusu atau ketika bangun tidur, terutama di malam hari.  Arti tangisan : Bayi kolik. Yang harus dilakukan : Cobalah menggendong dan ayun-ayun bayi dengan lembut. Usap tubuhnya perlahan, terutama bagian perut atau punggung seperti hendak menyendawakan, bila perlu gunakan minyak telon. Senandungkan lagu-lagu berirama lembut supaya ia tenang. Kalau bayi terus menangis hingga mengganggu waktu tidurnya, periksakan ke dokter.

Tersenyum sambil menggerak-gerakkan kaki dan tangan secara bersamaan. Atau tepuk tangan dan memutar-mutarkan tangan untuk bayi yang sudah lebih besar. Artinya : Bayi sedang senang.

Mata berputar memandang sekeliling. Artinya : Tertarik pada lingkungan sekitarnya.

Menjulurkan lidah. Artinya : Merasa lapar.

Menggoyangkan jari tangan. Artinya :  Mengajak bermain.

Mengentakkan kaki. Artinya : Merasa tak nyaman atau marah.

Menggerakkan ibu jari kaki hingga lurus kaku atau melengkungkannya disertai wajah yang memerah. Artinya : Merasa sakit.

Memalingkan muka, menutup mulutnya rapatrapat disertai ekspresi wajah yang tidak senang. Pada bayi yang lebih besar, biasanya disertai lambaian tangannya. Artinya : Menolak sesuatu.

Mengalihkan pandangan dari tempat lain ke mata Mama, bisa melirik atau menatap langsung ke mata. Artinya : Bayi tak ingin ditinggal.

Nofi Segarnya Olahraga Bareng Suami

Saya mengalami masa ngidam hingga memasuki usia kandungan 7 bulan. Oleh karena itu, saya banyak mengonsumsi makanan yang mengandung serat seperti buah dan sayur. Saya juga melakukan olahraga sederhana secara rutin setiap hari. Untungnya suami selalu setia menemani. Salah satu olahraga yang saya lakukan adalah senam hamil agar tubuh terasa relaks dan dapat melenturkan otot, paha dan pinggul. Jadi saya tidak khawatir kaki mengalami bengkak.

Sumber : https://maxfieldreview.com/

Mengubah Gambar Atau Foto Tanpa Izin Bag2

Berdasarkan Ketentuan Pasal 72 ayat (6) maka pihak yang melakukan perbuatan tersebut akan dikenakan sanksi pidana maksimal 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 150.000.000,- . Namun, UUHC tidak memberikan hak cipta kepada semua pencipta secara mutlak. Terdapat pembatasan hak cipta yang mengatur perbuatan-perbuatan yang tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta yang diatur dari pasal 14 sampai pasal 18 UUHC.

Pembatasan tesebut juga dikenal dengan doktrin kewajaran penggunaan atau di Amerika Serikat dikenal dengan istilah fair use. Pada pokoknya pembatasan hak cipta tersebut adalah sepanjang ciptaan gambar atau foto tersebut digunakan untuk kepentingan yang wajar dari pencipta serta disebutkan sumber dan penciptanya, maka hal tersebut tidak melanggar hak cipta.

Mengubah Gambar Atau Foto Tanpa Izin Gara-gara FIN888 Bodong

Mengubah Gambar Atau Foto Tanpa Izin Gara-gara FIN888 Bodong – Perkembangan teknologi saat ini me mungkinkan setiap orang denganmudah menaruh dan mendownload foto atau gambar melalui Google, Facebook, Instagram dan lain sebagainya. Gambar atau foto yang sudah di-download atau diambil tidak jarang digunakan kembali dan dimodifikasi dengan menggunakan aplikasi yang sering disebut dengan Photoshop tanpa seizin dari pemilik foto atau gambar tersebut.

Terkait hal tersebut muncul pertanyaan apakah mengubah/memodifikasi/mengedit gambar atau foto milik orang lain tanpa izin dari pencipta atau pemegang hak cipta adalah pelanggaran hak cipta? Dasar hukum Pasal 12 ayat (1) Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (UUHC) mengatur bahwa gambar merupakan salah satu ciptaan yang dilindungi oleh UUHC. Pada penjelasan umum UUHC dijelaskan bahwa hak cipta atas ciptaan dalam hal ini gambar atau foto tersebut terdiri atas hak ekonomi (economic rights) dan hak moral (moral rights).

Hak ekonomi merupakan hak untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas suatu ciptaan yang dimiliki oleh pencipta dan pemegang hak cipta, sedangkan hak moral adalah hak yang melekat hanya pada pencipta yang tidak dapat dihapus dengan alasan apa pun walaupun hak tersebut sudah dialihkan. Terkait dengan hak moral, Pasal 24 ayat (2) UUHC menyebutkan “Suatu Ciptaan tidak boleh diubah walaupun Hak Ciptanya telah diserahkan kepada pihak lain, kecuali dengan persetujuan Pencipta atau dengan persetujuan ahli warisnya dalam hal Pencipta telah meninggal dunia.”

Mengacu pada pasal ini dapat dikatakan bahwa perbuatan mengubah ciptaan seperti gambar atau foto tanpa seizin pencipta adalah perbuatan yang dilarang oleh UUHC. Bahkan pemegang hak cipta juga harus memiliki persetujuan dari pencipta jika akan mengubah atau memodifikasi ciptaan gambar atau foto. Persetujuan diperlukan untuk melindungi hak moral pencipta sehingga perbuatanperbuatan yang melanggar hak moral seperti mengubah gambar atau foto hanya dapat dilakukan dengan izin dari pencipta yang merupakan satu-satunya pemilik hak moral atas ciptaan gambar atau foto tersebut.

Sumber : https://teknorus.com/