5 Aturan Ber-Gadget

Dengan menerapkan 5 aturan bergawai, anak akan aman berselancar di dunia maya maupun nge-game. 1.GUNAKAN USIA ANAK Idealnya, hingga usia 5 tahun, GADGET SESUAI anak tidak diberikan gadget, kecuali dalam kondisi yang tidak memungkinkan dan itu pun harus dengan pendampingan. Misalnya, saat menunggu dokter sementara anak harus duduk tenang, boleh saja Mama Papa memberikan gadget, tetapi tidak dalam waktu lama, cukup 1o—15 menit saja, dan tetap didampingi.

Baca juga : kursus ielts di jakarta

Di atas 6 tahun, anak boleh mulai menggunakan gadget. Utamakan penggunaannya sebagai penunjang produktivitas. Contoh, membantu anak agar dapat memperoleh informasi dan pengetahuan di luar sekolah, seperti, mencari referensi pengetahuan dari internet. Boleh juga untuk hiburan dari ponsel, semisal, mendengarkan lagu-lagu favoritnya. Namun waktunya tak boleh terlalu lama, cukup 1 jam sehari. Kita pun harus tetap mendampinginya dan mengarahkannya, jangan sampai ia mengakses situs-situs bernuansa porno dan kekerasan.

Mulai usia 11 tahun, anak boleh menggunakan ponsel atau gadget dengan lebih leluasa sambil kita melatihnya bertanggung jawab atas diri. Untuk itu, buatlah aturan/kesepakatan bersama dan minta anak mematuhinya. Contoh, berapa jam dalam sehari anak boleh bergadget, situs-situs apa saja yang terlarang dikunjungi olehnya, tidak boleh bermedia sosial hingga usia 18 tahun, menyaring pertemanan, dan lainnya. Jika ia melanggar, beri hukuman yang telah disepakati saat pembuatan aturan/kesepakatan.

  1. HADIRLAH DI SISI ANAK Mama Papa selalu berusaha hadir lebih dekat di sisi anak dan mendampinginya saat “harus” bergadget. Arahkan dan kontrol apa saja yang boleh dilihat atau dimainkannya. Di usia balita, anak mulai peka terhadap lingkungan, baik di rumah maupun lingkungan bermain dengan anak seusianya. Berikan pengertian kepadanya bahwa tontonan yang dilihatnya bukan nyata, tetapi sekadar tontonan yang bisa dijadikan pengalaman menyenangkan. Masuk usia 4—5 tahun, anak akan lebih kritis dalam memilih situs atau tontonan yang mereka inginkan. Beri kebebasan kepada anak, tetapi tetap orangtua yang pegang kendali.

Kebebasan yang dimaksud adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasisebanyak-banyaknya, sehingga dengan sendirinya dia akan mengetahui kesalahan yang dibuatnya sendiri. Orangtua juga harus memilihkan situs-situs ramah anak sebelum anak memegang gadget secara langsung. Pada tahapan usia selanjutnya, 5—7 tahun, keingintahuan anak jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Anak cenderung melakukan eksplorasi sendiri dengan mencontoh lingkungan sekitar, sehingga perlu pendampingan orangtua. Orangtua juga perlu mencari tahu situs-situs yang cocok untuk anak seusia ini.

Sumber : https://westwoodprep.com/id/

Leave a Reply

Your email address will not be published.