Saya Ingin Jadi Chairil Anwar Bag6

Beruntung sutradara pertama saya Ismail Sofyan Sani (Jendela Rumah Kita, 1989-1990), saat masih di sinetron pada 2005. Saya dilatih untuk menjadi aktor. Menurut dia, bintang cuma ada di malam hari, temporary. Aktor tidak ada batasannya. Dia mendorong saya untuk mencoba berbagai macam karakter. Anda juga mempertimbangkan hal sensitif, seperti SARA dan seks? Saya lihat apakah saya bisa menyampaikan sesuatu lewat peran. Mungkin ini sensitif, tapi perlu didengar. Jangan sampai orang tutup telinga karena mau main aman. Saya pernah dipanggil pengurus Nahdlatul Ulama di Mojokerto karena peran saya sebagaianggota Banser di Tanda Tanya (karya Hanung Bramantyo, 2011). Dalam Kapan Kawin? (karya Odie C. Harahap, 2015), saya menyindir para produser soal treatment terhadap pekerja film.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *