Staf Khusus Yang Bikin Kisruh Bag2

”Padahal beliau saat meninggalkan rapat itu berpesan akan segera kembali karena yakin masih menjadi menteri,” ujar Wakil Ketua Unit Pelaksana Program Pembangunan Ketenagalistrikan Nasional Kementerian Energi Agung Wicaksono, yang hadir dalam pertemuan itu. Selain diikuti para pejabat struktural Kementerian Energi, menurut Agung, rapat itu dihadiri para anggota staf khusus baru menteri.

Sejak resmi menjadi Menteri Energi, Arcandra memang memilih anggota staf khusus yang masih aktif sebagai anggota staf Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo. Mereka adalah Yuni Rusdinar, Simon Himawan, dan Rahmat Azhari alias Nando. Arcandra juga memboyong karibnya di Houston, Prahoro Nurtjahjo dan Jafee Suardin alias Buyung, untuk menjadi anggota staf khusus. Pilihan Arcandra ini menimbulkan kasak-kusuk di antara para pejabat eselon I Kementerian Energi.

Staf Khusus Yang Bikin Kisruh

Arcandra Tahar mengangkat sejumlah pejabat Kantor Staf Presiden sebagai anggota staf khusus. Keputusan perpanjangan izin ekspor konsentrat Freeport disorot. Mendadak dipanggil Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Arcandra Tahar bergegas meninggalkan rapat di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Senin pekan lalu.

Kepada peserta rapat yang membahas masalah kelistrikan itu, Arcandra berjanji segera kembali setelah bertemu dengan Luhut di kantornya. Rapat kemudian dipimpin anggota staf khusus Menteri Energi, Simon Himawan. Tak berselang lama, ajudan Arcandra menghubungi Simon mengabarkan bahwa bosnya juga dipanggil mendadak oleh Presiden Joko Widodo sehingga tak bisa kembali meneruskan rapat. Hingga pada malam harinya, tersiar kabar tentang pemberhentian Arcandra sebagai menteri.

Guru Ngaji Dari Crystal Lake Bag3

Arcandra enggan bercerita mengenai perusahaannya. Yang pasti, dia membantah kabar bahwa jumlah karyawannya hanya dua orang. Kepastian Arcandra sebagai warga negara Amerika terekam dalam daftar pemilih di Harris County, Texas, dengan nomor 1183830189. Dalam laman US Citizenship and Immigration Services, ada sejumlah tahapan untuk menjadi warga negara Amerika. Pendaftar mesti memenuhi sejumlah syarat, misalnya berstatus permanent resident lima tahun lebih, bersedia mendapat tugas militer dan sipil, serta mendukung konstitusi dan mengucap sumpah setia kepada Amerika.

Menurut Arcandra, langkahnya mengajukan kewarganegaraan Amerika terkait dengan urusan pendaftaran paten di bidang perminyakan yang masuk kategori teknologi strategis. ”Itu wajib karena mesti ada security clearance,” katanya. Di Houston, lelaki kelahiran Padang, 10 Oktober 1970, ini berguru langsung pada Edward Everett Horton III, tokoh pionir teknologi kilang minyak. Arcandra tercatat memiliki delapan paten, individual dan kolektif, termasuk dengan Horton. Di situs US Patent and Trademark Ofce, paten pertamanya tercatat pada 4 Mei 2006.