Akibat Tergiur Rayuan Opa bag8

”Sebagian besar orang Indonesia itu anak-anak. Biasanya hanya kapten yang orang dewasa,” ujar Faisal. Faisal dan dua temannya kemudian diterbangkan ke Darwin. Di kota itu mereka didata ulang. Ketiganya dimasukkan ke kelompok anak-anak. Pada akhir April 2011, mereka dibawa ke pengadilan setempat. Karena mereka mengaku di bawah 18 tahun, hakim meminta ketiganya diperiksa dengan sinar-X untuk dipastikan umurnya. Sesuai dengan perintah pengadilan, Faisal dan dua temannya diperiksa dengan sinar-X, awal Mei 2011.

Hasilnya mengejutkan Faisal. ”Umur saya dikatakan 19 tahun, padahal masih 16 tahun,” ucapnya. Sedangkan Sem diidentifkasi berumur 18 tahun dan Joni 17 tahun. Dengan hasil ini, Faisal dan Sem dinyatakan dewasa, Joni masih anak-anak. Awal Juni, Faisal dan Sem dikirim ke penjara Arthur Gorrie, Brisbane, sedangkan Joni dipulangkan ke Kupang.

Program Ini Untuk Bangsa Dan Negara Bag4

Kalau nanti ada gugatan, tolong (tim dari Kemenristekdikti) mempresentasikan di pengadilan juga, jangan hanya rektor. Kami ini terjepit antara regulasi dari atas dan menghadapi masyarakat di bawah. Selama lima tahun, Anda menjadi promotor 327 mahasiswa. Jumlah ini dianggap tidak logis oleh Tim Evaluasi? Yang jelas, saya bekerja keras. Kalau ada bimbingan, saya bimbing betul. Kalau tidak paham disertasinya, tidak akan saya tanda tangan.

Kenapa UNJ menjadi kampus favorit para pejabat? Di kampus lain juga banyak, tapi tidak diekspos saja. Jangan salah, banyak juga pejabat berkuliah di sini yang tidak lulus. Apa pengaruh kuliah doktor itu untuk mereka? Saya tidak paham. Tapi, kalau jenderaljenderal, mereka terpengaruh pangkat. Saat pensiun, mereka kan masih sehat. Dengan meraih gelar doktor, mereka masih bisa mengajar, bahkan menjadi rektor. Daripada memperebutkan jabatan komisaris (tertawa).

Program Ini Untuk Bangsa Dan Negara Bag3

Kami menemukan analisis disertasi mahasiswa program ini yang diduga plagiat. Apa tanggapan Anda? Tim Evaluasi Kinerja Akademik dari Kemenristekdikti (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi) juga menyatakan ada plagiat di lima disertasi. Kami pun membentuk Tim Counterpart atas perintah Kementerian. Tim kami menelusuri kelima disertasi itu menggunakan software Turnitin. Kesimpulannya adalah tidak ada plagiat.

Anda promotor kelima mahasiswa itu, kenapa tak menemukan ada plagiarisme? Saya itu banyak membimbing. Saya tidak tahu kenapa banyak dari mereka yang meminta saya menjadi promotor. Saya hanya membaca substansi, tidak sempat menyelidiki dan membandingkan dengan tulisan lain. Jika mereka terbukti melakukan plagiat, apakah kampus akan mencabut gelar doktor mereka? Tidak bisa serta-merta dicabut. Mesti ada pengecekan lagi karena yang akan menghadapi gugatan di pengadilan itu kami.

Doktor Karbitan Kampus Guru Bag14

Karut-marut penyelenggaraan pendidikan doktoral di Universitas Negeri Jakarta juga terlihat dari ketidakberesan pendampingan disertasi mahasiswanya. Tim Evaluasi Kinerja Akademik menemukan beban dosen promotor jauh dari ideal. Paling banyak adalah sang Rektor sendiri. Sejak 2012 hingga 2016, Rektor UNJ Djaali mempromotori 327 calon doktor. Jika diratarata, ia mendampingi 65 mahasiswa doktoral per tahun.

Jumlah mahasiswa yang dipromotori Djaali lebih dari 25 persen dari 2.100 doktor yang lulus pada periode yang sama. Profesor lain pada periode yang sama ”hanya” mendampingi disertasi 110 mahasiswa. Semakin banyak calon doktor yang didampingi, semakin berlimpah duit yang diperoleh promotor. Dokumen biaya kerja sama yang diperoleh Tempo menunjukkan dosen promotor mendapat Rp 4 juta untuk setiap mahasiswa yang didampingi.

Doktor Karbitan Kampus Guru Bag4

Anehnya, tanda tangan mereka di daftar hadir tertera 12 kali. Pada mata kuliah manajemen pengetahuan dan perubahan dengan dosen Mukhneri Mukhtar yang digelar pada semester pertama 2014, misalnya, audit forensik membuktikan tanda tangan dibuat dalam dua kesempatan saja dan jaraknya cukup jauh, yaitu 14 April dan 20 September 2014.

Semester berikutnya, tahun 2015, pada mata kuliah teori dan pengembangan organisasi dengan dosen Muchlis Rantoni Luddin, 12 tanda tangan dibuat dalam empat kali pertemuan, yaitu 24 Mei, 14 Juni, 5 Juli, dan 31 Juli. Hasil forensik juga membuktikan terjadi pemalsuan tanda tangan. Indikasinya, tanda tangan mahasiswa terlihat tak konsisten. Disodori hasil uji forensik tersebut, Syibly membenarkan.

Toast dan Duel Kipas Bag6

Lalu ada juga Dhea, putri pendidik anak Kak Seto Mulyadi. ”Dia baru beberapa bulan ikut Padnecwara. Dasarnya malah balet,” kata Sentot. Payung yang dipakai adalah payung model keraton buatan industri kerajinan payung Juwiring Solo. Awalnya para penari membentuk lingkaran, kemudian berpisah menjadi dua. Lalu membentuk dua baris dengan posisi serong saling berseberangan. Satu kelompok menampilkan posisi bundaran payung ke muka.

Satu kelompok lain menampilkan bulatan payung ke belakang. Permainan payung yang kontras diperhitungkan. Nomor puncak adalah Kumolo Bumi, yang menunjukkan kemampuan tafsir Rury Nostalgia sebagai koreografer. Karya ini sudah beberapa kali ditampilkan, tapi tetap menarik. Koreograf ini terilhami tari Adaninggar Kelaswara, tari putri Surakarta yang bertolak dari kisah Serat Menak.

Toast dan Duel Kipas Bag5

Tidak vulgar, meledak-ledak, atau voluptuous. Enggar-enggar bukan karya Retno Maruti, melainkan karya Wahyu Santosa Prabowo dan Sunarno. Wahyu bergabung dengan Padnecwara sejak awal grup berdiri. Karya ini pernah ditarikan Retno dan Wahyu beberapa tahun lalu. Tarian ini menceritakan adegan Damarwulan pamit kepada Anjasmara, sang istri. Ia hendak melawan Menakjingga, Adipati Blambangan, yang tak mungkin dimenanginya.

Toh, ia harus tetap pergi memenuhi tugas perang Kencanawungu, Ratu Majapahit. Sebuah ”love dance” mengenai perpisahan. Selanjutnya, koreograf Sekar Puri, yang menampilkan delapan penari. Semuanya membawa payung. Unsur payung diambil dari khazanah tari gambyong. Pada nomor ini, anggota-anggota baru Padnecwara yang belia dilibatkan, termasuk si kecil Kanyaka, cucu pasangan Retno Maruti-Sentot Sudiharto yang baru berumur 7 tahun.

Wawancara Sri Mulyani Bag4

Saya berbicara kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Pertanian, mereka melakukan pri oritas. Katakanlah diberi anggaran 100, eksekusi delapan bulan cuma 40. Masak, empat bulan terakhir akan belanja seluruh 60 sisanya. Jadi, pertanyaannya, benar enggak setiap lembaga bisa menghabiskan segitu banyak sampai Desember. Saya sudah pernah menjadi Menteri Keuangan, jadi tahu berapa kemampuan untuk menghabiskan.

Tidak hanya kemampuan belanja, tapi belanja yang baik. Jangan asal belanja. Soal potensi defsit Rp 219 triliun itu sudah termasuk perhitungan dari tax amnesty? Sudah. Sekarang kami punya mekanisme bulanan, tapi nanti mendekati Desember frekuensinya bisa dua mingguan atau mingguan. Kita lihat dinamikanya. Anda memutuskan menghentikan proses pemeriksaan tindak pidana perpajakan untuk menunjang keberhasilan tax amnesty. Itu menambah peminat program?

Kala Masjid (Dicap) Menebar Ancaman Bag9

Soal sorotan senat itu, Perdana Menteri Prancis Manuel Valls memastikan para imam masjid kelak wajib dilatih di Prancis. Apalagi, menurut Dewan Muslim Prancis, ”Hanya 20 persen dari semua imam di negara ini adalah warga Prancis.” Pemerintah tak ragu mendepak imam masjid yang dinilai ”melenceng”. Sejak 2012, Prancis telah memulangkan 40 imam asing. ”Mereka dideportasi.

Masjid mereka ditutup,” kata Menteri Cazeneuve. Hassan El Alaoui, yang bertanggung jawab mencalonkan imam lokal dan regional di Prancis, menilai peran imam sangat vital. ”Masih ada 100-160 masjid yang akan ditutup karena menyebarkan kebencian, imamnya berkhotbah takfri,” ujarnya, merujuk pada ajaran yang mengkafrkan sesama muslim hanya karena tidak sepaham. ”Khotbah takfri seharusnya dilarang di negara-negara Islam, terlebih di negara aman seperti Prancis.”

Kebencian Yang Bertahan Lama Bag7

Hakim distrik hanya menetapkan jaminan sebesar US$ 60 ribu, yang langsung dibayar Majors. Rami Jabara, adik Khalid, mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap jaksa. ”Kami sudah menempuh semua jalur hukum yang ada untuk meminta perlindung an. Saya rasa sistem sudah tak bisa lagi melindungi korban,” ucap Rami, yang berprofesi sebagai pengacara.

Meski Khalid telah melaporkan bahwa Majors melanggar perintah pengadilan karena memiliki senjata api, polisi menolak menggeledah rumahnya. ”Kami sudah menyelidiki, tapi tidak menemukan aktivitas kriminal,” kata Jeanne MacKenzie, juru bicara Kepolisian Tulsa, kepada The Electronic Intifada pada Rabu pekan lalu. Beberapa bulan setelah masa kampanye pemilihan umum Presiden Amerika Serikat, kasus Islamofobia meningkat.