Mendengarkan Lagu Saat Hamil

Berkaraoke atau mendengarkan musik bersama teman-teman, apalagi pasangan terkasih, pastilah menyenangkan, stres pun hilang. Ya, musik memang memberi rangsangan positif pada emosi karena membuat suasana jadi relaks, tenang, dan nyaman. Bahkan, penelitian membuktikan, musik juga dapat menenangkan janin dan membuatnya cerdas. Untuk itu, baiknya Mama hamil mendengarkan musik yang sudah terbukti manfaatnya dari banyak penelitian, yakni: musik-musik klasik dari zaman Baroque (seperti: lagu-lagu gubahan Vivaldi, Bach, Telemann, Handel) dan Mozart. Hindari lagu-lagu gubahan Beethoven, Brahms, dan jenis Rock karena cenderung membuat janin resah. Walaupun begitu, tak ada keharusan bagi Mama hamil untuk mendengarkan musik jenis tersebut apabila memang tidak menyukainya.

Jika Mama hamil tak suka dengan jenis musik tersebut dan terpaksa mendengarkannya lantaran dianggap baik untuk janin, maka efek positif yang diharapkan takkan terjadi. Pasalnya, janin akan merasakan emosi negatif mamanya, sehingga rangsangan positif dari musik malah tak didapat. Jadi, kalau tujuan mendengarkan musik untuk memberikan ketenangan pada Mama hamil, maka dengarkanlah musik yang memang Mama sukai. Namun jika Mama ingin memberikan stimulasi pada janin, Mama dapat memperdengarkannya secara langsung pada janin melalui headphone yang ditempelkan di perut Mama. Dengan begitu, Mama jadi enggak stres lantaran harus mendengarkan musik yang sebenarnya kurang disukai.

BERENANG:Aman & Membuat Bugar

BERENANG:Aman & Membuat Bugar – Olahraga yang satu ini sangat dianjurkan bagi Mama hamil karena aman. Berenang dapat memperkuat otot-otot tubuh secara merata tanpa menimbulkan peningkatan risiko trauma pada persendian otot lantaran membawa beban kehamilan. Berenang juga memperkuat kerja otot jantung dan otot-otot dasar panggul, serta meningkatkan kebugaran. Bila mungkin, baiknya Mama hamil melakukan aquarobik, yaitu latihan/senam dengan menggunakan media air atau di dalam air.

Baca Juga : SAT Registration Jakarta

Selain membuat bugar, aquarobik juga dapat mengurangi rasa sakit saat bersalin. Pasalnya, senam air ini dapat menjaga kelenturan atau elastisitas jaringan ikat pada sendisendi panggul Mama hamil, sehingga persalinan dapat berlangsung lancar. Selain itu, aliran darah pun menjadi lebih lancar sehingga lancar pula suplai oksigen dan zat-zat gizi ke jaringan-jaringan tubuh, termasuk ke janin. Hal ini berdampak pada kesehatan Mama dan tumbuh kembang janin yang baik. Namun, sebelum melakukan aquarobik, Mama hamil dianjurkan mengonsultasikannya terlebih dahulu pada dokter, baiknya ke dokter yang ahli olahraga dalam kehamilan. Hal lain yang perlu diperhatikan terkait olahraga dalam air ini ialah:

• Hati-hati dengan lantai licin di seputar kolam renang, jangan sampai Mama hamil terpeleset yang bisa membahayakan kandungan.

• Sebelum masuk ke kolam, terlebih dahulu bilas tubuh dengan air segar di luar kolam agar suhu tubuh beradaptasi dengan suhu air kolam.

• Tidak memaksa diri. Hentikan aktivitas bila Mama hamil merasa tak nyaman. Beristirahatlah.

• Tidak berenang di kala hujan karena nanti kedinginan dan mudah sakit.

• Hindari menggunakan papan seluncur atau papan loncat.

Minta Papa Memijat Dengan Penuh Cinta

Hanya dengan meluangkan waktu satu jam sebelum tidur, pijatan Papa bisa membuat Mama bersemangat menjadi ibu. Bonusnya, Mama semakin bugar dan cantik. Saat Mama bersalin, Papa tentu menyadari, kalau Mama lelah secara fisik dan juga mental. Sebab itu, usai bersalin biasanya Mama akan mengeluhkan badan lemas, pegal, serta merasakan nyeri-nyeri di seluruh otot tubuh.

Baca juga : ausbildung jerman

Keluhan fisik setelah lelah mengejan saat melahirkan, biasanya dirasakan di bagian kaki, betis, hingga pangkal tungkai. Telapak tangan dan otot punggung sampai otot leher pun kerap mengalami hal yang sama. Pada beberapa Mama yang bersalin sesar, malah ada yang mengalami sakit otot di bagian punggung. Sampai untuk bisa duduk dari posisi berbaring saja harus menahan sakit dan pelan-pelan bangunnya. Bagi Mama yang merasakan pegal, sakit, nyeri otot, tak perlu khawatir.

Kondisi tersebut wajar terjadi dan bersifat sementara. Biasanya akan segera hilang setelah Mama beristirahat. KASIH SAYANG PAPA Saat Mama dalam masa pemulihan usai bersalin, ini adalah kesempatan Papa menunjukkan kasih sayang dan cintanya pada Mama. Papa baiknya membantu pemulihan fisik Mama dengan memijat tubuh Mama. Pijat usai melahirkan yang dilakukan Papa tentu sarat manfaat. Pijatan Papa, misalnya, akan membuat Mama merasa diperhatikan dan merasa istimewa. Mama juga akan merasa bangga dan merasa lebih berarti.

Perasaan-perasaan tersebut, dapat membuat Mama semakin sayang dan cinta pada Papa. Mama juga akan semakin kuat, sehingga proses pemulihan pun berlangsung baik dan cepat. Ujung ujungnya, Mama akan semakin perhatian pada dedek bayi. Sudah tentu pemberian ASI pun bisa sukses. Merawat si kecil dirasakan sebagai anugerah yang harus disyukuri sekaligus membanggakan. Adapun manfaat secara fisik yang bisa didapatkan Mama dari pijatan-pijatan Papa, antara lain: U Membuat Mama menjadi lebih relaks.

Gerakan mengurut atau mengusap saat memijat tubuh Mama bermanfaat mengangkat sel-sel kulit mati, sehingga bisa menghaluskan kulit. U Jika dilakukan dengan tepat, pijatan Papa mampu meminimalkan rasa sakit/ nyeri yang Mama rasakan di tubuhnya. U Pijatan Papa di bagian perut Mama bisa membuat stretch marks berkurang. Caranya, saat memijat, gunakan minyak zaitun yang dipercaya mampu menghilangkan guratan putih dan merah pada kulit karena mengandung nutrisi vitamin A, D, dan E. Stretch marks adalah masalah kulit yang umum dihadapi selama kehamilan. Namun, sebelum memijat perut Mama, perhatikan rambu-rambunya, ya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

5 Aturan Ber-Gadget

Dengan menerapkan 5 aturan bergawai, anak akan aman berselancar di dunia maya maupun nge-game. 1.GUNAKAN USIA ANAK Idealnya, hingga usia 5 tahun, GADGET SESUAI anak tidak diberikan gadget, kecuali dalam kondisi yang tidak memungkinkan dan itu pun harus dengan pendampingan. Misalnya, saat menunggu dokter sementara anak harus duduk tenang, boleh saja Mama Papa memberikan gadget, tetapi tidak dalam waktu lama, cukup 1o—15 menit saja, dan tetap didampingi.

Baca juga : kursus ielts di jakarta

Di atas 6 tahun, anak boleh mulai menggunakan gadget. Utamakan penggunaannya sebagai penunjang produktivitas. Contoh, membantu anak agar dapat memperoleh informasi dan pengetahuan di luar sekolah, seperti, mencari referensi pengetahuan dari internet. Boleh juga untuk hiburan dari ponsel, semisal, mendengarkan lagu-lagu favoritnya. Namun waktunya tak boleh terlalu lama, cukup 1 jam sehari. Kita pun harus tetap mendampinginya dan mengarahkannya, jangan sampai ia mengakses situs-situs bernuansa porno dan kekerasan.

Mulai usia 11 tahun, anak boleh menggunakan ponsel atau gadget dengan lebih leluasa sambil kita melatihnya bertanggung jawab atas diri. Untuk itu, buatlah aturan/kesepakatan bersama dan minta anak mematuhinya. Contoh, berapa jam dalam sehari anak boleh bergadget, situs-situs apa saja yang terlarang dikunjungi olehnya, tidak boleh bermedia sosial hingga usia 18 tahun, menyaring pertemanan, dan lainnya. Jika ia melanggar, beri hukuman yang telah disepakati saat pembuatan aturan/kesepakatan.

  1. HADIRLAH DI SISI ANAK Mama Papa selalu berusaha hadir lebih dekat di sisi anak dan mendampinginya saat “harus” bergadget. Arahkan dan kontrol apa saja yang boleh dilihat atau dimainkannya. Di usia balita, anak mulai peka terhadap lingkungan, baik di rumah maupun lingkungan bermain dengan anak seusianya. Berikan pengertian kepadanya bahwa tontonan yang dilihatnya bukan nyata, tetapi sekadar tontonan yang bisa dijadikan pengalaman menyenangkan. Masuk usia 4—5 tahun, anak akan lebih kritis dalam memilih situs atau tontonan yang mereka inginkan. Beri kebebasan kepada anak, tetapi tetap orangtua yang pegang kendali.

Kebebasan yang dimaksud adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasisebanyak-banyaknya, sehingga dengan sendirinya dia akan mengetahui kesalahan yang dibuatnya sendiri. Orangtua juga harus memilihkan situs-situs ramah anak sebelum anak memegang gadget secara langsung. Pada tahapan usia selanjutnya, 5—7 tahun, keingintahuan anak jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Anak cenderung melakukan eksplorasi sendiri dengan mencontoh lingkungan sekitar, sehingga perlu pendampingan orangtua. Orangtua juga perlu mencari tahu situs-situs yang cocok untuk anak seusia ini.

Sumber : https://westwoodprep.com/id/

Kamus Tangisan Bayi Bag2

Tangis pendek, diikuti keheningan, lalu menangis pendek lagi, seperti merengek. Arti tangisan : Bayi bosan, mencari perhatian, ingin diajak bermain. Yang harus dilakukan : Dekati bayi, lalu beri sentuhan fisik padanya. Bisa dengan menyodorkan jari, memeluknya, menggendongnya, mengajaknya ngobrol, dan menyanyikan lagu.

Baca juga : Kerja di Jerman

Tangisan disertai jeritan, muka memerah, menarik kaki ke arah perut, dan mengepalkan tangan. Biasanya terjadi setelah menyusu atau ketika bangun tidur, terutama di malam hari.  Arti tangisan : Bayi kolik. Yang harus dilakukan : Cobalah menggendong dan ayun-ayun bayi dengan lembut. Usap tubuhnya perlahan, terutama bagian perut atau punggung seperti hendak menyendawakan, bila perlu gunakan minyak telon. Senandungkan lagu-lagu berirama lembut supaya ia tenang. Kalau bayi terus menangis hingga mengganggu waktu tidurnya, periksakan ke dokter.

Tersenyum sambil menggerak-gerakkan kaki dan tangan secara bersamaan. Atau tepuk tangan dan memutar-mutarkan tangan untuk bayi yang sudah lebih besar. Artinya : Bayi sedang senang.

Mata berputar memandang sekeliling. Artinya : Tertarik pada lingkungan sekitarnya.

Menjulurkan lidah. Artinya : Merasa lapar.

Menggoyangkan jari tangan. Artinya :  Mengajak bermain.

Mengentakkan kaki. Artinya : Merasa tak nyaman atau marah.

Menggerakkan ibu jari kaki hingga lurus kaku atau melengkungkannya disertai wajah yang memerah. Artinya : Merasa sakit.

Memalingkan muka, menutup mulutnya rapatrapat disertai ekspresi wajah yang tidak senang. Pada bayi yang lebih besar, biasanya disertai lambaian tangannya. Artinya : Menolak sesuatu.

Mengalihkan pandangan dari tempat lain ke mata Mama, bisa melirik atau menatap langsung ke mata. Artinya : Bayi tak ingin ditinggal.

Nofi Segarnya Olahraga Bareng Suami

Saya mengalami masa ngidam hingga memasuki usia kandungan 7 bulan. Oleh karena itu, saya banyak mengonsumsi makanan yang mengandung serat seperti buah dan sayur. Saya juga melakukan olahraga sederhana secara rutin setiap hari. Untungnya suami selalu setia menemani. Salah satu olahraga yang saya lakukan adalah senam hamil agar tubuh terasa relaks dan dapat melenturkan otot, paha dan pinggul. Jadi saya tidak khawatir kaki mengalami bengkak.

Sumber : https://maxfieldreview.com/

Bisa Sewa, Tak Harus Beli!

Kalau perlengkapan belajar jalan yang berkualitas dirasa mahal, Mama tak harus selalu membelinya, kok. Cukup sewa saja seperti yang Mama Tamina kerap lakukan. Coba, deh, Mama kunjungi www.rentalperlengkapanbayi .com yang menyewakan beragam perlengkapan/mainan bayi dan tersebar di berbagai area di Jabodetabek. Enaknya menyewa adalah ketika anak mulai bosan dengan satu mainan, Mama bisa menyewa mainan lainnya dengan harga relatif terjangkau dan dalam jangka waktu tertentu. Tapi, terkadang Mama harus ekstra sabar karena terkadang mainan diinginkan sedang disewa mama lainnya sehingga harus menunggu sampai barangnya kembali.

“ lowongan magang ke Jepang gratis lulusan SMA/SMK “ ~ upstory ~

Rhedita Nayoan (32), mama dari Ziggy (3,8 “Saya sempat menggunakan Baby Walking Assistant. Awalnya, saya menganggap alat ini membuat tangan anak jadi lebih aman, tidak tertarik tangan saya saat menggandengnya. Tapi, karena anak aktif bergerak, alat ini membuat saya kesulitan untuk menggunakannya lagi karena talinya sering kali melilit. Lalu, saya memilih menggunakan mainan yang bisa didorong. Saya tertarik dengan alat ini karena mempunyai dua fungsi, bisa menjadi mainan berbentuk mobil yang dapat diduduki, juga alat bantu jalan yang didorong.”

Selly $nggraeni (28), mama dari Tamina (2,8) “Untuk melatih Tamina berjalan sendiri, saya menggunakan alat bantu jalan modern dan memadukannya dengan alat bantu konvensional. Ketika Tamina usia 6 bulan, saya mulai menyewa beberapa alat olahraga untuk stimulasi. Ada beberapa alat. Pertama, Around We Go, bentuknya seperti meja bundar berisi permainan menarik dengan kursi terpisah. Kursinya bisa memutar 360 derajat, sehingga kaki anak bisa leluasa bergerak, memutari meja ke kanan-kiri sesuka hatinya. Kedua, Jumperoo, kalau ini hanya untuk melompat-lompat sambil merangsang anak berusaha meraih mainan yang ada di atasnya. Alat-alat bantu berjalan yang saya kenalkan pada Tamina cukup membantunya berjalan. Tapi, saat memasuki usia 11 bulan, saya lebih banyak mengajarkan Tamina berjalan dengan cara tradisional, seperti: berjalan sambil berpegangan ke batang sapu yang saya pegang ujungnya. Atau, saya dan suami duduk berhadapan sambil berpegangan tangan kemudian Tamina jalan di tengah.”

Survei Kebahagiaan Keluarga Indonesia Bag3

“Kami sangat bangga melihat minat dan kreasi pelajar Indonesia yang tinggi dalam memproduksi film berkualitas. Dengan bakat dan kreativitas yang sudah ada, kami berharap pelatihan ini dapat mengasah bakat para finalis untuk memproduksi fi lm-fi lm pendek di mana 3 karya terbaik nasional akan mewakili Indonesia dalam kompetisi KWN tingkat dunia April 2016 mendatang,” ungkap

Baca juga : Kerja di Jerman

Viya Arsawireja sebagai Corporate Communication Manager PT. Panasonic Gobel Indonesia Pada kesempatan yang sama, Salman Aristo, penulis naskah senior Indonesia sekaligus yang bertindak sebagai pemberi materi dalam pelatihan KWN 2015 menyebutkan kebanggaannya melihat potensi pelajar Indonesia yang besar di bidang perfilman. “Bagi saya, berkolaborasi dengan pihakpihak yang peduli terhadap pengembangan minat dan bakat generasi muda Indonesia, seperti Panasonic, juga berarti telah berkontribusi kepada perkembangan industri fi lm di masa depan,” tambah pria yang akrab dipanggil Aris ini.

SI KEPO “Eksa anak pertama saya, mempunyai keingintahuan tentang apa saja, alias kepo. Saking kepo-nya kadangkala, saya kebingungan menjawab semua pertanyaannya. Suatu hari, saat kami berdua ke warung, ada pembeli lain, seorang pria bertato. Dengan polosnya Eksa bertanya kepada saya, ‘Ibu itu kenapa tangannya digambar gambar. Kan gak boleh yaaa…’ Saat itu saya hanya bisa nyengir saja.” Suci Purnama Sari, mama dari Eksa Prayogo (4,2).

BOSAN JAWAB “Anakku dalam fase cerewet dan kritis. Apa pun kerap ditanyakan. Bah kan yang sudah dia tanyakan, di tanyakan lagi olehnya. Walau kocak, tapi kami suka lelah juga menjawabnya. Walau lelah, kami senang dan akan kami jawab sebisa mungkin.” Jumawati, mama dari Rafello Kenzhu Sundayadi (3,4).

JAWABNYA SAMPAI CAPEK “Panggilannya Haikal, dia anak aktif, cerewet, dengan rasa keingintahuan yang besar. Suatu ketika, dia memegang sesuatu, terus tanya sama saya, ‘Yah, ni apa to? terus buat apa? belinya di mana?” Pernah juga, dia pegang pensil, ‘ni namanya apa?’ dijawab, ‘Ini pensil’. Eh dia tanya lagi, ‘pensil apa?’ Saya jawab, ‘pensil warna’. Pertanyaannya tidak berhenti, dia nanya lagi, ‘warna apa?”, begitu seterusnya. Pokoknya tiap muncul jawaban, bagian belakangnya akan ditanya lagi.” Bayu Pratama, papa dari Raffasya Haikal Rizkiano (4).

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Ke Mana Hilangnya Janinku?

Bisa terjadi, pada pemeriksaan awal, Mama diketahui hamil kembar, namun pada pemeriksaan berikutnya, ternyata salah satu janin sudah tidak ada lagi. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Dara (sebut saja demikian) di- nyatakan hamil oleh dokter. Bahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, terdapat tiga kantong kehamilan alias kembar tiga.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Ketika dokter menyampaikan kabar ini, karuan saja Dara dan sang suami kaget. Jangankan tiga, bisa hamil satu janin saja sungguh sangat bersyukur. Akan tetapi, pada pemeriksaan berikutnya, ditemukan fakta, hanya terdapat dua kantong kehamilan dan keduanya sudah terdeteksi ada denyutnya. Ke mana “hilangnya” kantong kehamilan yang satu lagi? Rupanya, kantong kehamilan yang satunya itu tidak berkembang. Lalu, pada pemeriksaan selanjutnya, ternyata didapati satu janin lagi tak bernyawa. Jadi, tinggal satu janin yang bertahan. Dokter maupun Dara cukup panik.

Akan tetapi, kedua pihak bertekad untuk sekuat tenaga berusaha agar kehamilan ini bisa bertahan hingga cukup bulan sekaligus siap dengan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Singkat cerita, sang bayi akhirnya bisa lahir sehat dan selamat melalui persalinan spontan. SULIT DIDETEKSI “Lenyapnya” janin kembar atau vanishing twin syndrome, bahasa medisnya, disebabkan janin tidak tumbuh atau tidak berkembang pada awal kehamilan, umumnya di usia kehamilan kurang dari 5—6 minggu. Mama pun tak merasakan gejala-gejala kalau salah satu janin kembarnya akan “lenyap”.

Dari keseluruhan kehamilan kembar, angka kejadian “lenyap”-nya janin sulit dideteksi karena biasanya pemeriksaan USG telat dilakukan, bukan dari awal kehamilan. Lagi pula, memang belum ada yang meneliti hal tersebut. Rupanya, masalah vanishing twins ini belum lama dikemukakan dan dibahas. Namun, dari hasi penelitian yang masih terbatas di Amerika Serikat disebutkan, vanishing twins terjadi pada 21—30% kehamilan multifetal.

Sedangkan dari penelitian di Eropa pada kehamilan dengan Assisted Reproductive Technology (ART) menunjukkan, 10—15% kehamilan tunggal sebelumnya merupakan kehamilan multiple. Angka kejadian vanishing twins akan lebih besar pada saat konsepsi dibanding yang diketahui saat melahirkan. Vanishing twins tersebut makin menarik banyak perhatian dokter dan ahli seiring dengan kemajuan teknologi USG yang makin detail dan makin sensitif menangkap gambar janin dan hasil konsepsi. Nah, dengan berkembangnya teknologi USG ini dan makin sadarnya mamil melakukan pemeriksaan secara dini, tentu hilangnya kembaran tersebut bisa diketahui.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Makna Di Balik Berat Dan Panjang (Tinggi) Si Kecil Bag4

Caranya dengan meletakkan mistar di atas kepala anak. Nah, angka pada meteran yang ditunjukkan mistar ini adalah nilai TB anak. Sedangkan untuk mengukur LK pada bayi dan anakgunakan tali meteran (biasa diguna kan penjahit).

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Cara mengukurnya dengan melilitkan meteran di kepala anak, mulai dahi (di atas alis), samping kepala, belakang kepala yang paling menonjol melewati batas atas kedua te linga ( fronto-occipital), hingga kembali ke dahi. (Gambar 3) Yuk, Mama Papa, kalau belum sempat datang ke Posyandu atau kontrol ke dokter segera timbang BB si buah hati dan ukurlah PB/TB serta LKnya di rumah dengan cara-cara tadi. Jangan lupa hasilnya dicatat untuk melihat pertumbuhannya.

BERMAIN PURA-PURA Si prasekolah sedang senang bermain peran atau pura-pura (symbolic play). Semua mainan yang ia punya tampaknya bisa menjadi segala macam benda yang ia perlukan. Kubus-kubus kecil akan disusun sedemikian rupa menjadi pedang saat ia berperan sebagai Bima-X. Lain waktu, mobil-mobilan menjadi makanan yang ia sajikan ketika menjadi pemilik restoran. Boneka kesayangannya dijamu menjadi tamu yang ditunggu saat bermain rumah-rumahan.

Juga, bagaimana ia bertindak seperti guru dan meminta kita berdiri dalam barisan mengikuti aba-aba barisannya. Menjelang usia sekolah, anak semakin baik dalam melakukan bermain peran. Lama-kelamaan peran yang anak mainkan semakin sulit dan beragam. Jadi, memang lebih baik jika kita membelikan mainan yang bisa dibentuk sedemikian rupa dan melengkapi permainan perannya.

MISTERI PENGLIHATAN BAYI BARU LAHIR Apakah bayi baru lahir su dah dapat mengenali orangtua nya? Ternyata, menurut studi yang dilakukan oleh para ahli dari Institute of Psychology The University of Oslo dan University of Uppsala dan institusi Eclipse Optics di Stockholm, Swedia, bayi baru lahir hanya bisa melihat dalam jarak 30 cm saja.

Hasil penelitian ini juga menyatakan, bayi yang baru berusia 2–3 hari dapat melihat wajah dan kemungkinan ju ga ekspresi emosi dari wajah yang dilihatnya. Jika jarak antara bayi dan Mama dijauhkan hingga 60 cm, gambaran visual yang dilihat bayi menjadi lebih kabur, sehingga ia sulit mengenali wajah dan ekspresi Mama.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Boneka Butut Masih Jadi Kesayangan Bag3

Tawarkan Pengalih

Mengalihkan anak pada aktivitas lain yang menyenangkan juga disarankan Gia. Contoh, anak dikenalkan dengan permainan yang mengasah gerak motoriknya, seperti bermain play dough, berenang, bersepeda, dan lain sebagai nya. Aktivitas ini memungkinkan batita untuk tidak memegang benda butut kesayangannya dan dapat mengalihkan perhatian anak.

“ Info lengkap beasiswa kuliah di Jerman S1 dan S2 gratis “ ~ upstory.org ~

Pada waktu tidur, kita dapat menemani si kecil dengan membacakan dongeng sebelum tidur. Bila aktivitas ini dilakukan setiap hari, perhatian anak dapat teralih sehingga dapat melepaskan ketergantungan dari benda butut itu untuk dapat tertidur. Mama Papa juga dapat menemani batita beberapa saat setelah ia terlelap, sehingga anak benar-benar merasakan kedekatan dengan orangtua. Jangan lupa memuji batita atau menyampaikan kata-kata positif saat anak mau melepaskan diri dari benda kesayangannya.

“Anak pintar, suka kebersihan, yaaa… . Bonekanya kita cuci dulu, ya, supaya tidak bau dan warnanya bagus lagi.” Jika segala upaya telah dilakukan, namun batita tetap tidak mau melepaskan diri dari benda butut kesayangannya, saran Gia, berkonsultasilah dengan psikolog. “Kondisi ini bisa disebabkan permasalahan interaksi anak dengan orangtua dan lingkungannya sehingga perlu penanganan lebih lanjut,” paparnya. Tentu, kerja sama dari kedua orangtua dan orangorang di lingkungan terdekat anak sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dan menghilangkan kebiasaan tersebut. Semoga dengan usaha-usaha ini, si batita bisa segera melepaskan guling/selimut bututnya.

Ayo, Belajar Sikat Gigi Sendiri!

Jika si kecil sering melihat Mama atau Papa menyikat gigi, maka mulai usia 2 tahun daoat diajarkan untuk sikat gigi sendiri. Ajarkan cara berkumur dan meludahkan air ke arah wastafel. Jangan cemas jika si kecil masih belum bisa menyikat gigi dengan baik, karena pada masa ini tujuan utamanya adalah memperkenalkan pentingnya kebiasaan merawat gigi serta meningkatkan percaya dirinya saat bisa menyelesaikan satu pekerjaan. Selebihnya, Mama masih harus mendampinginya saat menyiikat gigi; bisa dengan menyikatkan giginya sekali lagi dengan lebih bersih setelah ia selesai atau dengan membiarkannya menyikat gigi sendiri di pagi hari, lalu Mama menyikatkan giginya di malam hari.