Ke Mana Hilangnya Janinku?

Bisa terjadi, pada pemeriksaan awal, Mama diketahui hamil kembar, namun pada pemeriksaan berikutnya, ternyata salah satu janin sudah tidak ada lagi. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Dara (sebut saja demikian) di- nyatakan hamil oleh dokter. Bahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, terdapat tiga kantong kehamilan alias kembar tiga.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Ketika dokter menyampaikan kabar ini, karuan saja Dara dan sang suami kaget. Jangankan tiga, bisa hamil satu janin saja sungguh sangat bersyukur. Akan tetapi, pada pemeriksaan berikutnya, ditemukan fakta, hanya terdapat dua kantong kehamilan dan keduanya sudah terdeteksi ada denyutnya. Ke mana “hilangnya” kantong kehamilan yang satu lagi? Rupanya, kantong kehamilan yang satunya itu tidak berkembang. Lalu, pada pemeriksaan selanjutnya, ternyata didapati satu janin lagi tak bernyawa. Jadi, tinggal satu janin yang bertahan. Dokter maupun Dara cukup panik.

Akan tetapi, kedua pihak bertekad untuk sekuat tenaga berusaha agar kehamilan ini bisa bertahan hingga cukup bulan sekaligus siap dengan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Singkat cerita, sang bayi akhirnya bisa lahir sehat dan selamat melalui persalinan spontan. SULIT DIDETEKSI “Lenyapnya” janin kembar atau vanishing twin syndrome, bahasa medisnya, disebabkan janin tidak tumbuh atau tidak berkembang pada awal kehamilan, umumnya di usia kehamilan kurang dari 5—6 minggu. Mama pun tak merasakan gejala-gejala kalau salah satu janin kembarnya akan “lenyap”.

Dari keseluruhan kehamilan kembar, angka kejadian “lenyap”-nya janin sulit dideteksi karena biasanya pemeriksaan USG telat dilakukan, bukan dari awal kehamilan. Lagi pula, memang belum ada yang meneliti hal tersebut. Rupanya, masalah vanishing twins ini belum lama dikemukakan dan dibahas. Namun, dari hasi penelitian yang masih terbatas di Amerika Serikat disebutkan, vanishing twins terjadi pada 21—30% kehamilan multifetal.

Sedangkan dari penelitian di Eropa pada kehamilan dengan Assisted Reproductive Technology (ART) menunjukkan, 10—15% kehamilan tunggal sebelumnya merupakan kehamilan multiple. Angka kejadian vanishing twins akan lebih besar pada saat konsepsi dibanding yang diketahui saat melahirkan. Vanishing twins tersebut makin menarik banyak perhatian dokter dan ahli seiring dengan kemajuan teknologi USG yang makin detail dan makin sensitif menangkap gambar janin dan hasil konsepsi. Nah, dengan berkembangnya teknologi USG ini dan makin sadarnya mamil melakukan pemeriksaan secara dini, tentu hilangnya kembaran tersebut bisa diketahui.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Makna Di Balik Berat Dan Panjang (Tinggi) Si Kecil Bag4

Caranya dengan meletakkan mistar di atas kepala anak. Nah, angka pada meteran yang ditunjukkan mistar ini adalah nilai TB anak. Sedangkan untuk mengukur LK pada bayi dan anakgunakan tali meteran (biasa diguna kan penjahit).

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Cara mengukurnya dengan melilitkan meteran di kepala anak, mulai dahi (di atas alis), samping kepala, belakang kepala yang paling menonjol melewati batas atas kedua te linga ( fronto-occipital), hingga kembali ke dahi. (Gambar 3) Yuk, Mama Papa, kalau belum sempat datang ke Posyandu atau kontrol ke dokter segera timbang BB si buah hati dan ukurlah PB/TB serta LKnya di rumah dengan cara-cara tadi. Jangan lupa hasilnya dicatat untuk melihat pertumbuhannya.

BERMAIN PURA-PURA Si prasekolah sedang senang bermain peran atau pura-pura (symbolic play). Semua mainan yang ia punya tampaknya bisa menjadi segala macam benda yang ia perlukan. Kubus-kubus kecil akan disusun sedemikian rupa menjadi pedang saat ia berperan sebagai Bima-X. Lain waktu, mobil-mobilan menjadi makanan yang ia sajikan ketika menjadi pemilik restoran. Boneka kesayangannya dijamu menjadi tamu yang ditunggu saat bermain rumah-rumahan.

Juga, bagaimana ia bertindak seperti guru dan meminta kita berdiri dalam barisan mengikuti aba-aba barisannya. Menjelang usia sekolah, anak semakin baik dalam melakukan bermain peran. Lama-kelamaan peran yang anak mainkan semakin sulit dan beragam. Jadi, memang lebih baik jika kita membelikan mainan yang bisa dibentuk sedemikian rupa dan melengkapi permainan perannya.

MISTERI PENGLIHATAN BAYI BARU LAHIR Apakah bayi baru lahir su dah dapat mengenali orangtua nya? Ternyata, menurut studi yang dilakukan oleh para ahli dari Institute of Psychology The University of Oslo dan University of Uppsala dan institusi Eclipse Optics di Stockholm, Swedia, bayi baru lahir hanya bisa melihat dalam jarak 30 cm saja.

Hasil penelitian ini juga menyatakan, bayi yang baru berusia 2–3 hari dapat melihat wajah dan kemungkinan ju ga ekspresi emosi dari wajah yang dilihatnya. Jika jarak antara bayi dan Mama dijauhkan hingga 60 cm, gambaran visual yang dilihat bayi menjadi lebih kabur, sehingga ia sulit mengenali wajah dan ekspresi Mama.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Bisa Sewa, Tak Harus Beli!

Kalau perlengkapan belajar jalan yang berkualitas dirasa mahal, Mama tak harus selalu membelinya, kok. Cukup sewa saja seperti yang Mama Tamina kerap lakukan. Coba, deh, Mama kunjungi www.rentalperlengkapanbayi .com yang menyewakan beragam perlengkapan/mainan bayi dan tersebar di berbagai area di Jabodetabek. Enaknya menyewa adalah ketika anak mulai bosan dengan satu mainan, Mama bisa menyewa mainan lainnya dengan harga relatif terjangkau dan dalam jangka waktu tertentu. Tapi, terkadang Mama harus ekstra sabar karena terkadang mainan diinginkan sedang disewa mama lainnya sehingga harus menunggu sampai barangnya kembali.

“ lowongan magang ke Jepang gratis lulusan SMA/SMK “ ~ upstory ~

Rhedita Nayoan (32), mama dari Ziggy (3,8 “Saya sempat menggunakan Baby Walking Assistant. Awalnya, saya menganggap alat ini membuat tangan anak jadi lebih aman, tidak tertarik tangan saya saat menggandengnya. Tapi, karena anak aktif bergerak, alat ini membuat saya kesulitan untuk menggunakannya lagi karena talinya sering kali melilit. Lalu, saya memilih menggunakan mainan yang bisa didorong. Saya tertarik dengan alat ini karena mempunyai dua fungsi, bisa menjadi mainan berbentuk mobil yang dapat diduduki, juga alat bantu jalan yang didorong.”

Selly $nggraeni (28), mama dari Tamina (2,8) “Untuk melatih Tamina berjalan sendiri, saya menggunakan alat bantu jalan modern dan memadukannya dengan alat bantu konvensional. Ketika Tamina usia 6 bulan, saya mulai menyewa beberapa alat olahraga untuk stimulasi. Ada beberapa alat. Pertama, Around We Go, bentuknya seperti meja bundar berisi permainan menarik dengan kursi terpisah. Kursinya bisa memutar 360 derajat, sehingga kaki anak bisa leluasa bergerak, memutari meja ke kanan-kiri sesuka hatinya. Kedua, Jumperoo, kalau ini hanya untuk melompat-lompat sambil merangsang anak berusaha meraih mainan yang ada di atasnya. Alat-alat bantu berjalan yang saya kenalkan pada Tamina cukup membantunya berjalan. Tapi, saat memasuki usia 11 bulan, saya lebih banyak mengajarkan Tamina berjalan dengan cara tradisional, seperti: berjalan sambil berpegangan ke batang sapu yang saya pegang ujungnya. Atau, saya dan suami duduk berhadapan sambil berpegangan tangan kemudian Tamina jalan di tengah.”

Boneka Butut Masih Jadi Kesayangan Bag3

Tawarkan Pengalih

Mengalihkan anak pada aktivitas lain yang menyenangkan juga disarankan Gia. Contoh, anak dikenalkan dengan permainan yang mengasah gerak motoriknya, seperti bermain play dough, berenang, bersepeda, dan lain sebagai nya. Aktivitas ini memungkinkan batita untuk tidak memegang benda butut kesayangannya dan dapat mengalihkan perhatian anak.

“ Info lengkap beasiswa kuliah di Jerman S1 dan S2 gratis “ ~ upstory.org ~

Pada waktu tidur, kita dapat menemani si kecil dengan membacakan dongeng sebelum tidur. Bila aktivitas ini dilakukan setiap hari, perhatian anak dapat teralih sehingga dapat melepaskan ketergantungan dari benda butut itu untuk dapat tertidur. Mama Papa juga dapat menemani batita beberapa saat setelah ia terlelap, sehingga anak benar-benar merasakan kedekatan dengan orangtua. Jangan lupa memuji batita atau menyampaikan kata-kata positif saat anak mau melepaskan diri dari benda kesayangannya.

“Anak pintar, suka kebersihan, yaaa… . Bonekanya kita cuci dulu, ya, supaya tidak bau dan warnanya bagus lagi.” Jika segala upaya telah dilakukan, namun batita tetap tidak mau melepaskan diri dari benda butut kesayangannya, saran Gia, berkonsultasilah dengan psikolog. “Kondisi ini bisa disebabkan permasalahan interaksi anak dengan orangtua dan lingkungannya sehingga perlu penanganan lebih lanjut,” paparnya. Tentu, kerja sama dari kedua orangtua dan orangorang di lingkungan terdekat anak sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dan menghilangkan kebiasaan tersebut. Semoga dengan usaha-usaha ini, si batita bisa segera melepaskan guling/selimut bututnya.

Ayo, Belajar Sikat Gigi Sendiri!

Jika si kecil sering melihat Mama atau Papa menyikat gigi, maka mulai usia 2 tahun daoat diajarkan untuk sikat gigi sendiri. Ajarkan cara berkumur dan meludahkan air ke arah wastafel. Jangan cemas jika si kecil masih belum bisa menyikat gigi dengan baik, karena pada masa ini tujuan utamanya adalah memperkenalkan pentingnya kebiasaan merawat gigi serta meningkatkan percaya dirinya saat bisa menyelesaikan satu pekerjaan. Selebihnya, Mama masih harus mendampinginya saat menyiikat gigi; bisa dengan menyikatkan giginya sekali lagi dengan lebih bersih setelah ia selesai atau dengan membiarkannya menyikat gigi sendiri di pagi hari, lalu Mama menyikatkan giginya di malam hari.

Cara Hidup Agar Tidak Jatuh Sakit

Tetap awet muda sampai kapan pun adalah impian semua orang, baik perempuan maupun lelaki. Cara-cara menjadi muda kembali yang dianjurkan dari buku ini sama sekali tidak memerlukan operasi plastik, obat-obatan, ataupun alat-alat kecantikan. Pasalnya, di dunia ini tidak ada orang yang tampak lebih muda daripada usia sebenarnya, yang ada hanyalah orang yang sesuai dengan usia sebenarnya dan orang yang kelihatan lebih tua daripada usia sebenarnya.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Enzim adalah istilah umum untuk katalis protein yang dibentuk di dalam sel mahluk hidup. Enzim terlibat dalam semua kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan, seperti: penggabungan dan pemecahan zat di dalam tubuh, pencernaan, pembuangan, detoksifi kasi, dll. Gaya hidup yang meningkatkan kekuatan enzim dapat memperpanjang usia manusia dan membuat awet muda.

Nah, di buku ini, kita akan mendapati aneka pengetahuan kesehatan yang berkaitan dengan enzim. Misalnya, jika kesehatan usus terganggu, maka kesehatan seluruh tubuh akan terganggu. Tidur siang 20 menit, ternyata sangat baik untuk memulihkan enzim. Selanjutnya, kekurangan konsumsi air dapat menyebabkan terjadinya kanker, dan masih banyak lagi info lainnya.

Seri Hidangan Mancanegara

Mama Papa suka memasak? Pernahkah mencoba memasak masakan Vietnam? Buku ini menyajikan beragam hidangan yang berasal dari Vietnam, baik itu makanan maupun minuman, yang bisa Mama Papa coba di rumah. Dengan begitu, Mama Papa dapat memberikan suasana baru bagi keluarga layaknya sedang berada di Vietnam.

Kebanyakan pengolahannya dilakukan dengan cara cepat atau quick cooking. Selain perlu diolah hingga matang, makanan Vietnam ada pula yang bisa langsung disantap dalam keadaan mentah, seperti Bahn Mi atau sandwich. Cita rasanya pun khas, kombinasi dari lima rasa dasar yang disantap secara bersamaan: ada pedas, asam, asin, manis, dan gurih. Sila dicoba aneka resep pada buku ini, ya, Mama Papa.

HARUS ADA ABI “Saat akan tidur, kami harus kompak masuk kamar, matiin teve, matiin lampu, lalu saya dan abinya harus ada di sampingnya. Sambil minum susu, Abi elus-elus punggungnya, saya elus kepalanya. Nah, kalau abinya lembur kerja, dia boboknya susah, muter-muter di kasur dari ujung sampe ujung, narikin seprai, uwel-uwelan, deh, pokoknya. Untung tadi abinya telepon. Beres ngobrol, dia tidur. Duuh… leganya.” Maria Oktarina, mama dari Qaanita Hasna Kamila Tama Wijaya (13 bulan).

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Cegah Hepatitis A Bag2

Ekskresi kronis pada VHA tidak pernah dilaporkan. Infeksi Hepatitis A sering terjadi dalam bentuk kejadian luar biasa (KLB) dengan masa inkubasi penyakit sekittar 15—50 hari (rata-rata 28—30 hari).

Ini Gejalanya, Ma!

Gejala terbanyak yang ditunjukkan oleh “korban” VHA di IPB adalah demam, mual, muntah, dan air kencing berwarna kuning seperti teh. Sebenarnya, tanda dan gejala awal infeksi virus Hepatitis A sangat bervariasi dan bersifat tidak spesifi k. Demam, kelelahan, anoreksia (tidak nafsu makan) dan gangguan pencernaan (mual, muntah, kembung) dapat ditemukan pada awal penyakit.

“ cara kerja di jerman melalui program ausbildung di Jerman gratis “ ~ sat-jakarta ~

Dalam waktu satu minggu, beberapa penderita dapat mengalami gejala kuning (ikterus), disertai gatal pada tubuh, buang air kecil berwarna seperti teh, dan tinja berwarna pucat. Infeksi pada anak berusia di bawah 5 tahun, umumnya tidak memberikan gejala yang jelas dan hanya 10% yang akan memberikan gejala ikterus. Pada anak yang lebih tua dan dewasa, gejala yang muncul biasanya lebih berat dan ikterus terjadi pada lebih dari 70% penderita. Disamping gejala dan tanda klinis yang kadang tidak muncul, diagnosis Hepatitis A dapat ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan IgM-antiVHA serum penderita.

Tidak Berbahaya, Kok!

Untunglah, penyakit Hepatitis A tidak berbahaya. Pengobatan yang dilakukan, utamanya adalahmeningkatkan daya tahan tubuh dengan cara mengonsumi makanan bergizi dan cukup istirahat. Rawat inap diperlukan hanya bila penderita tidak dapat makan dan minum, serta terjadi dehidrasi berat. Itu pun tidak perlu isolasi. Imunisasi pasif (lihat pada “Pencegahan Spesifik”) dapat diberikan pada orang yang terpajan cairan tubuh penderita.

Meski tak berbahaya, lamanya masa penyembuhan dapat memberikan kerugian ekonomi dan sosial. Penyakit ini juga tidak memiliki pengobatan spesifik yang dapat mengurangi lama penyakit, sehingga dalam penatalaksanaan Hepatitis A, tindakan pencegahan adalah yang paling diutamakan. Pencegahan Hepatitis A dapat dilakukan, baik dengan pencegahan nonspesifi k (perubahan perilaku) maupun pencegahan spesifik (imunisasi).

postingan sebelumnya : Cegah Penyakit hepatitis A

Cegah Hepatitis A

Infeksi virus yang menular ini tidak berbahaya. Namun, karena proses penyembuhannya berlangsung lama, maka pencegahan penting dilakukan. Belum lama ini diberitakan, sebanyak 28 mahasiswa IPB (Institut Pertanian Bo- gor) yang tinggal di asrama dan rumah kos di sekitar kampus IPB Dramaga Bogor, menderita penyakit Hepatitis A.

“ rekomendasi tempat terbaik kursus bahasa Jerman di Jakarta dengan fasilitas lengkap “ ~ sat-jakarta.com ~

Kejadian ini diperkirakan telah berlangsung sejak minggu ke-2 November 2015. Sampai-sampai, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menyatakan telah terjadi kejadian luar biasa (KLB) Hepatitis A di wilayahnya. Hepatitis A adalah penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis A (HVA) dari family picornaviridae yang bersifat termostabil (tahan panas), tahan asam, dan tahan terhadap empedu, serta diketahui dapat bertahan hidup dalam suhu ruangan selama lebih dari 1 bulan. Pejamu infeksi VHA terbatas pada manusia dan beberapa binatang primata.

Cara Penularan

Hepatitis A merupakan penyakit menular. Umumnya sumber penularan berasal dari air minum yang tercemar, makanan yang tercemar, makanan yang tidak dimasak, dan sanitasi yang buruk. Selain itu, meskipun bukan merupakan cara penularan yang utama, penularan lewat transfusi atau penggunaan jarum suntik bekas penderita dalam masa inkubasi juga pernah dilaporkan.

Hasil investigasi terhadap kasus Hepatitis A di Bogor memperkirakan sumber penularan Hepatitis A ada pada rantai penyediaan pangan yang dikonsumsi masyarakat kampus IPB, seperti kantin, penyedia makanan di salah satu unit asrama mahasiswa, dan suplai air minum dalam galon. Hepatitis A ditularkan secara secara fekal-oral, virus masuk ke dalam saluran pencernaan melalui makanan dan minuman yang tercemar oleh tinja penderita VHA.

Kemudian, virus masuk ke hatimelalui peredaran darah untuk selanjutnya menginvasi sel-sel hati (hepatosit) dan melakukan replikasi (berkembang biak) di hepatosit. Jumlah virus yang tinggi dapat ditemukan dalam tinja penderita sejak 3 hari sebelum muncul gejala hingga 1—2 minggu setelah munculnya gejala kuning (ikterus) pada penderita. Pengeluaran (ekskresi) virus melalui tinja penderita pernah dilaporkan mencapai 6 bulan pada bayi dan anak. Sebagian besar kasus kemungkinan tidak akan menular lagi di minggu pertama setelah ikterus.

Relaks Dulu Ya Mam

Banyak aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan usai melahirkan sehingga Mama dapat terhindar dari stres berkepanjangan. Kehamilan yang memunculkan beragam keluhan telah berlalu, si buah hati yang dinantikan pun sudah lahir dengan sehat dan normal. Bahagiakah, Mama? Tentu, dong! Akan tetapi, bukan berarti Mama terbebas dari keluhan, karena sekarang lain lagi keluhannya. Umumnya, terkait dengan perawatan buah hati dan kondisi kesehatan Mama sendiri.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Misalnya: muncul pegal-pegal, lelah, sulit tidur, pusing, demam. Bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga keluhan psikis, seperti: mudah emosi (karena terlalu lelah) atau cemas/khawatir/takut tak bisa menjadi mama yang baik (karena merasa tak bisa merawat bayi dengan baik), dan sebagainya. Mama perlu mengantisipasi dan meng atasi berbagai keluhan tersebut agar bisa fokus merawat dan mengasuh buah hati.

Jika keluhan tersebut dibiarkan sangat mungkin akan bertambah berat, sehingga bukan hanya mengganggu Mama dalam merawat dan mengasuh si kecil, tetapi juga tak baik untuk kesehatan Mama sendiri. Untuk itu, Mama perlu melakukan re laksasi. Caranya? Mudah banget, kok, Ma. Ini ada beberapa saran aktivitas yang dapat Mama lakukan. ‘

Massage Atau Pijat

Proses melahirkan begitu berat, wajar jika tubuh Mama kemudian terasa tidak nyaman karena mungkin kelelahan. Ditambah lagi Mama harus menyusui, merawat, dan mengasuh bayi. Lakukanlah pijat, tetapi jangan sembarangan memilih pemijat, pilihlah yang memahami kalau Mama baru saja melahirkan. Dengan pijat tubuh, Mama akan lebih relaks, meredakan nyeri, melancarkan sirkulasi darah, juga memperlancar produksi ASI. ‘

Bermain Bersama Bayi

“Bagaimana mungkin? Si kecil, kan, baru lahir!” Ya, ya… si kecil memang baru lahir, umurnya mungkin belum genap sebulan. Akan tetapi, bukan berarti Mama tak bisa bermain bersama si kecil. Misalnya, “mengganggu” si kecil kala siang supaya tidak tidur melulu, sehingga malamnya, Mama tidak perlu begadang. Apalagi bayi baru lahir belum mengenal siklus waktu, sehingga Mama perlu mengenalkan pagi/siang dan malam kepadanya agar “kebiasaannya” begadang tak berlanjut hingga di usia berikutnya. Nah, ajak si kecil bermain, semisal dengan menggelitik lem but telapak kakinya, menggoyanggoyangkan mainan yang berbunyi gemerincing sambil mengajaknya bicara, dan lain-lain.

Sumber : https://eduvita.org/

Odha Tetap Berhak Punya Keturunan Bag2

Kunci Sukses Pmtct

Menurut literatur, program pencegahan penularan ibu ke anak (PMTCT) berhasil menurunkan risiko dari 30-40% menMadi kurang dari 6-8, bahkan bisa hingga 2%, penularan HIV/AIDS pada ibu ke bayi. Namun, untuk bisa sukses melakukan program ini, ODHA dan pasangansMuga keluargasperlu me merhatikan empat pilar PMTC, yaitu: • Ibu minum obat ARV dengan tuMuan menurunkan kadar virus. • Memilih cara persalinan sesar saat melahirkan.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

  • %ayi minum ARV selama 6 minggu sebagai upaya profi laksis. • Pemilihan nutrisi bayi yaitu ASI atau susu formula. Tapi dianjurkan bukan ASI ODHA. Sukses tidaknya program PMTCT ini memang tidak bisa dilihat saat dilakukan persiapan, pembuahan, hamil, atau bersalin. Keberhasilan baru bisa dibuktikan melalui pemeriksaan bayi selama 3 periode, yaitu: • kadar virus pada bayi saat umur 1 bulan. • kadar virus pada bayi kala usia 4-6 bulan.

  • Pemeriksaan anti-HIV saat anak berusia 18 bulan. Sayangnya, untuk di Indonesia, evaluasi keberhasilan program PMTCT ini masih sulit, karena harus melibatkan beberapa institusi, seperti: Puskesmas, RS berbagai klasifikasi sekunder dan tersier, juga LSM. Meski demikian, penting untuk memastikan ODHA secara konsisten dan kontinu me ngonsumsi ARV lebih dari enam bulan. Kenapa enam bulan? Literatur menunjukkan, mengonsumsi ARV selama 6 bulan dapat menurunkan kadar virus menjadi tidak terdeteksi. Nah, komitmen inilah yang lebih menentukan kesuksesan program PMTCT.

Pasangan Aman Jika Disiplin Arv

Meski belum ada program khusus untuk tidak menularkan virus pada pasangan yang bukan ODHA (diskor dan), segala sesuatunya bisa tetap aman, kok. Kuncinya? Lagi-lagi ada pada ODHA dalam mengonsumsi ARV. Jadi, sekalipun memilih pembuahan dengan cara natural alias lepas kondom, diskordan tetap bisa selamat dari penularan infeksi HIV/AIDS jika pasangannya yang ODHA disiplin dalam menjalani program ARV (yang harus dijalaninya seumur hidup). Selain itu, pasangan bukan ODHA harus rutin melakukan VCT (Voluntary Counseling Test) sebanyak 4 kali dalam setahun, lalu pemeriksaan CD4 sebanyak 3 kali setahun, dan VL (viral load test) sekali setahun. Tujuannya, tak lain untuk memastikan pasangan bukan ODHA tidak terinfeksi virus HIV.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Sukses Berbuka Puasa Bersama

Berbuka bersama dengan duduk berke liling memiliki banyak manfaat. Ketika duduk, kita akan makan lebih pelan sehingga cen derung makan secukupnya. Kita bisa lebih memerhatikan apa yang dimakan sehingga memberi kepuasan di mata, sekaligus mengontrol berapa banyak yang masuk ke mulut. Karena itu, para psikolog dan konselor keluarga menekankan pentingnya acara rutin duduk makan bersama.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Keuntungan

  • Makanan keluarga cenderung lebih sehat dan berimbang dibanding makanan yang dibeli di luar. • Keluarga secara tidak langsung akan belajar untuk bekerja sama dalam merencanakan menu makanan, mempersiapkan, memasak, dan membereskan. • Orangtua juga dapat mengajari anak-anak tentang tata krama dan kebiasaan makan yang baik. • Makan bersama sambil duduk merupa kan saat pemberian nutrisi bagi seluruh keluarga dan ajang berkomunikasi yang efektif.

  • • Duduk bersama menikmati makanan dapat meningkatkan kualitas perkawinan. • Duduk bersama untuk makan secara teratur membantu kita menjaga keterbukaan dalam berkomunikasi dengan pasangan. • Makan bersama dapat menjadi jangkar keluarga; menjadi ketetapan yang mene nangkan untuk keseharian para anggota keluarga. • Dengan mementingkan dan memasukkan acara makan keluarga ke dalam jadwal harian, hal ini menunjukkan kepada pasangan dan anak-anak betapa mereka merupakan prioritas utama dalam kehidupan kita.

Kunci Sukses

  • Upayakan untuk benar-benar bisa berbuka puasa bersama minimal empatlima kali selama Ramadan. • Buatlah daftar makanan yang disukai semua anggota keluarga. Gunakan daftar ini untuk merencanakan menu sehat keluarga. • Pilih menu keluarga yang praktis sehingga hanya membutuhkan waktu singkat untuk menyiapkannya. Simpan menu yang pembuatannya lebih memakan waktu untuk waktu lain yang lebih longgar. • Matikan TV dan semua telepon genggam selama waktu berbuka. • Jaga pembicaraan di saat makan bersama agar tetap positif dan menyenangkan.

Topik-Topik Yang Dapat Dibicarakan

  • Apa kejadian yang paling disukai hari ini? • Apa tantangan terbesar berpuasa hari ini? • Diskusi tentang rencana mudik. • Membahas liburan yang ingin dilakukan bersama.

Sumber : https://ausbildung.co.id/