HP Gaming ZTE Terbaik

HP Gaming ZTE Terbaik – ZTE Blade S6 Plus – ZTE meluncurkan smartphone ZTE Blade S6 Plus di pasar global. Dengan layar 5,5 inci, phablet ini merupakan anggota terbaru seri Blade. Seri Blade dirancang ZTE untuk pasar dengan jeroan mumpuni namun dengan harga bersaing. “Melanjutkan peluncuran Blade S6 yang sukses, kini kami menawarkan alternatif baru kepada para pelanggan, yaitu perangkat dengan layar yang lebih besar dan menggabungkan performa high-end serta kualitas tinggi dengan harga yang terjangkau,” terang Adam Zeng, CEO ZTE Mobile Devices. Phablet ZTE Blade S6 Plus pertama kali diperkenalkan pada ajang Mobile World Congress 2015 di Barcelona, bersamaan dengan versi 5 incinya, ZTE Blade S6. Blade S6 telah diluncurkan terlebih dahulu pada bulan Januari tahun 2015. Serupa dengan Blade S6, Blade S6 plus ini ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 615 octa-core dengan pemroses gambar Adreno 405. Smartphone ini menggunakan Android Lollipop 5.0 dengan antarmuka MiFavor 3.0. Dengan Spesifikasi tersebut smartphone ini lancar untuk main game ppsspp

Untuk layar, ZTE Blade S6 plus mengunggulkan layar HD JDI dengan teknologi In-Cell demi menghasilkan kualitas gambar tajam dan berwarna. Produk ini juga dilengkapi dengan kapasitas baterai 3000mAh, lebih besar dari pendahulunya. Berbeda dengan versi 5 inci-nya, phablet ZTE Blade S6 Plus ini memiliki fungsi infra-red. Sehingga ponsel ini dapat juga digunakan sebagai remote control. Fungsi tersebut memungkinkan phablet ini untuk dapat mengontrol TV, set-top box, AC, kamera DSLR, dan perabotan lainnya. Phablet ZTE Blade S6 ini, telah kompatibel dengan semua merek perabotan rumah tangga dan elektronik terkemuka. Sehingga Anda tidak perlu mencari remote control yang berbeda untuk mengendalikan berbagai perabotan tersebut. ZTE Blade S6 Plus juga dapat dibeli melalui eBay di beberapa negara Eropa, dengan harga $299.99 atau sekitar Rp3.900.000.

Emas Digital

Uang yang kita kenal mempunyai wujud fisik berupa logam dan kertas. Berbeda dengan bitcoin. Sebagai cryptocurrency yang lahir dari sebuah software, wujud bitcoin bisa dibilang hanya berupa kode digital. Ia lahir dari sebuah jaringan yang melepas tidak lebih dari 50 bitcoin per blok setiap sekitar 10 menit. “Jumlah itu adalah jumlah yang dikeluarkan pada masa awal bitcoin diperkenalkan. Setiap 4 tahun jumlah itu akan berkurang sampai jumlah total 21 juta bitcoin tercapai,” jelas Oscar Dharmawan, CEO Bitcoin Indonesia. Saat ini bitcoin sudah memasuki tahun ke-5 sehingga jumlah bitcoin yang dikeluarkan per bloknya adalah 25 bitcoin. Sampai tulisan ini dibuat, bitcoin yang beredar tercatat sudah mencapai 12.646.175 (blockchain.info, per Januari 2014).

Sementara jumlah total bitcoin diperkirakan akan tercapai pada tahun 2017. Nakamoto mengembangkan Bitcoin sebagai sebuah sistem di dalam jaringan. Sistem ini membuat secara acak dan kemudian mendistribusikan bitcoin-bitcoin baru. Saat ini, ada 150 bitcoin yang dilepas ke jaringan setiap jam. Karena lahir di dunia digital, bitcoin yang dilepas ke jaringan pun berbentuk kode-kode tertentu yang hanya bisa ditangkap oleh hardware dan software tertentu pula. Sebab, bitcoin dirancang dengan menggunakan algoritma khusus.

Inilah yang menyebabkan jumlah total bitcoin yang beredar bisa ditentukan sejak awal kemunculannya. Bahkan, catatan seluruh transaksi bitcoin pun dapat dilacak hingga ke masa pertama kali digunakan. Masih sulit membayangkannya? Oscar memberikan analogi yang lebih mudah dipahami. “Bitcoin hampir sama dengan emas yang jumlahnya sejak awal sudah pasti. Semakin lama, emas semakin banyak ditambang sehingga jumlahnya berkurang. Akan tetapi, di sisi lain, permintaan orang terhadap emas semakin tinggi sehingga nilainya terus meningkat. Begitu juga dengan bitcoin,” jelas Oscar. Dengan kata lain, ketika jumlah bitcoin sudah mencapai 21 juta, nilai 1 bitcoin saat itu bisa lebih tinggi dibandingkan nilai yang sama saat ini.

Harus Personal Dan Ideal

Kemana biasanya ibu menghilang saat berada di rumah? “pergi Ke dapur.” Jawaban yang ini pastinya sudah tidak sedikit yang melontarkan. Ruangan yang memang selalu identik dengan sosok ibu ini memang menampung sejumlah aktivitas yang disukai perempuan, seperti memasak, membuat kue, mencoba resep baru, dan sebagainya. Dapur menjadi tempat ibu menuangkan cinta lewat karya kulinernya, untuk dinikmati keluarga. Dapur melahirkan senyum bahagia, energi baru, dan nilai kemanusiaan yang dipupuk anak-anak sejak kecil.

Dapur menjadi salah satu ruangan di rumah yang selain menjalankan fungsinya, juga menjadi wadah penciptaan karakter keluarga. Tak heran, ada ungkapan yang mengatakan, bahwa dapur adalah jantung sebuah rumah. Dapur mewakili selera, kebutuhan, dan kebiasaan keluarga, sehingga tak ada dapur yang sama. Inilah alasan mengapa dapur tak hanya harus ideal, tapi juga bersifat personal. Sifat ini nantinya akan menjadi salah satu pertimbangan penghuni rumah dalam mengisi dapur dengan beragam peranti dan furnitur.

Bermula dari sebuah ruangan untuk menyimpan bahan makanan dan menyiapkan makanan secara sederhana, dapur berevolusi menjadi sebuah ruangan yang penuh kegiatan. Dapur adalah salah satu ruangan yang wajib ada di rumah, dengan fungsi seperti menyimpan bahan makanan dan peranti dapur, menunjang aktivitas memasak dan mencuci peranti dapur, serta menjadi area sosialisasi tambahan di dalam rumah.

Untuk menjaga ruangan ini ideal, ada beberapa faktor yang harus dipenuhi. Ventilasi yang baik akan mengatasi asap dan bau masakan, serta menjaga keamanan ruangan saat terjadi kebocoran gas. Material yang aman dan mudah dibersihkan akan membuat dapur terjaga kebersihannya. Furnitur dan kabinet dengan ukuran yang sesuai akan memudahkan kegiatan di dapur. Juga, sirkulasi gerak yang cukup luas akan membuat pergerakan di dapur lebih leluasa.

Memaksimalkan fungsi dapur di rumah, dilakukan dengan cara mewujudkan berbagai faktor ideal di atas dan tak lupa memberikan sentuhan personal penghuni rumah. Dengan begitu, dapur dapat menjadi tempat untuk beraktivitas dan bersosialisasi dalam keseharian penghuni rumah. Pada akhirnya, dapur akan menjadi jantung rumah yang menghidupkan sebuah keluarga di dalam hunian idealnya.

Agar kenyamanan di rumah juga terjaga perlu adanya sebuah genset. Harga genset yang murah bisa didapatkan melalui Distributor jual genset 1000 Kva Jakarta.

Si Bandel yang Cerdas Bagian 4

4. Memberi arahan. Kita juga perlu mengarahkan anak jika apa yang dilakukannya tak layak. Berikan contoh bagaimana mengungkapkan keinginan dan pendapatnya dengan baik, bukan dengan teriakteriak, merusak barang, berlaku agresif, dan lainnya. Ini perlu kita ajarkan karena perilaku ini pun bisa terjadi di luar rumah yang dapat mengganggu hubungannya dengan orang lain, seperti guru atau teman. Apalagi di usia ini, anak masih belum mampu mengontrol perilaku dan emosinya dengan baik.

Berkomunikasi dua arah merupakan cara yang sangat baik untuk mengetahui isi hati anak yang sebenarnya, kemudian kita memberikan arahan-arahan tanpa harus melarang. Apabila kita terlalu longgar atau malah cuek tanpa pengarahan, sekilas memang anak mendapatkan kebebasannya, tetapi sebenarnya ia rugi karena perilakunya tak terarah. Faktor-faktor yang ada di belakang kebandelannya tidak teridenti!kasi sehingga kebutuhan anak yang sebenarnya jadi terlewatkan dan tidak terpenuhi. Ini akan berpengaruh terhadap potensi anak yang seharusnya bisa terbangun malah tumpul dan mungkin saja anak akan seterusnya menjadi anak bandel.

5. Menjadi guru dan sahabat anak. Di rumah pun kita tak boleh hanya berlaku sebagai orangtua tetapi juga guru dan sahabat anak. Maksudnya, ketika ia bertanya tentang hal yang tak diketahuinya, kita perlu memberi informasi secara baik. Jika kita tak mengetahuinya, harus mencari jawaban entah dengan membuka buku, bertanya ke orang yang lebih tahu, atau mencari informasi di internet.

Ajak anak mencari informasi tersebut bersamasama supaya ia bisa lebih merasakan sebuah usaha dari keingintahuannya. Jika anak mengajak kita bermain pasel, sepak bola, menari, sebisa mungkin ikuti keinginannya. Jadilah sahabatnya, penuhi keinginannya supaya ia merasakan keharmonisan dalam keluarga. Semoga dengan lima cara di atas, kita tak terjebak lagi untuk memberikan cap/ stigma/label “bandel” pada si buah hati ya, Mama Papa.

Si Bandel yang Cerdas Bagian 3

Masalah lain pun perlu dicari penyebab dan segera diselesaikan, seperti: malas belajar, mungkin pola pengajarannya tak menarik sehingga kita perlu mengemasnya lebih menarik atau bersepakat membuat jadwal pelajaran. Kalau si buah hati suka berulah macam-macam, naik ke atas pagar kemudian melompat, bermain bola di dalam rumah, kita bisa berikan alternatif kegiatan kepadanya. Masukkan ia ke klub olahraga untuk menyalurkan hobi dan energinya, les musik atau menyanyi, dan lainnya. Jika anak terlalu gemar bermain playstation dan sulit sekali dilarang, buat saja kesepakatan bersama kapan ia boleh bermain playstation dan kapan tidak boleh. Masukkan unsur reward and punishment supaya anak tidak main-main dalam mematuhi kesepakatan tersebut.

3. Menerapkan pola asuh demokratis. Apalagi terhadap anak yang sifat dan karakternya selalu ingin tahu, serta memiliki kreativitas yang tinggi, kita tidak boleh memaksakan pola asuh atoriter. Bila kita “sok” disiplin dengan aturan, maka bisa membuat anak merasa terkekang. Walhasil “kebandelannya” malah muncul tambah kuat. Bisa saja ia berubah menjadi anak pemberontak, pembohong, dan pembangkang. Anak memang diharapkan bisa mendengarkan, patuh, dan santun kepada orangtuanya.

Tapi orangtua juga perlu membuka celah untuknya mengutarakan pendapat/ perasaannya, keinginannya, keingintahuannya dengan berdiskusi atau bernegosiasi. Terkadang, keinginan yang sangat kuat pada anak berubah dengan perilaku membangkang, meski sebenarnya ia hanya berusaha kritis, mengungkapkan sesuatu dengan blak-blakan. Jika demikian, mungkin kita perlu memperbaiki cara berkomunikasi dengan anak. Mungkin selama ini kita terlalu otoriter, tak mau memerhatikan keinginan anak.

Pola asuh demokratis memberi kesempatan pada anak untuk mengungkapkan pemikirannya dengan leluasa dan memberi peluang bagi anak untuk membuat pilihan sendiri dalam batas-batas tertentu. Yang dimaksud batas-batas tertentu adalah anak tidak dibiarkan sebebasbebasnya tetapi kita arahkan; yang baik dan ia butuhkan, kita izinkan, namun di luar itu perlu batasi. Misalnya, anak ingin masuk ke klub sepak bola, kita izinkan. Tetapi jika ia ingin menambah kegiatannya, ikut les musik misalnya, kita perlu melihat apakah ia memiliki waktu yang cukup atau tidak mengingat ia harus sekolah dan belajar di rumah.

Berikut ini adalah informasi lebih mengenai tempat kursus IELTS Jakarta terbaik untuk anak yang akan mengikuti tes tersebut.

Si Bandel yang Cerdas Bagian 2

Hati-hati, labelling negatif ini bisa berdampak negatif; anak yang sebenarnya tak ingin berbuat negatif, tapi karena sering dicap “bandel” lambat laun akan menganggap dirinya benar-benar bandel. Perilaku negatif, seperti memukul adik, membantah perkataan orangtua, atau lainnya yang semula tak serius dilakukan, pada akhirnya akan ia lakukan sebagai bentuk kekesalan atau perilaku ekspresifnya.

YUK, PAHAMI ANAK!

Jadi, janganlah tergesagesa memberikan cap bandel/ nakal pada anak. Lantas, apa yang sebaiknya kita lakukan? Pahami anak dengan perilaku seperti ini sehingga kecerdasannya tetap akan terasah, ia pun dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Jangan sampai potensinya terhambat hanya gara-gara cap atau label yang kita sematkan padanya. Untuk itu, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan.

1. Berikan aktivitas variatif dan menantang. Bisa saja “kebandelannya” itu terkait dengan ketidakpuasannya terhadap pengetahuan yang ingin ia dapat. Maka itu, anak terkesan keras kepala dan tak mau diatur. Anak cerdas tapi “bandel” biasanya butuh aktivitas menantang, variatif, tidak monoton dan tidak terlalu mengekang. Untuk itu, berikan aktivitas yang beragam supaya keinginannya bisa tersalurkan. Aktivitas yang berkaitan dengan art & craft, bisa dicoba. Begitu juga olahraga rutin atau ikut klub tertentu, bermain permainan konstruksi (lego dan sejenisnya) ataupun permainan yang mengasah otak seperti pasel, merangkai alat mekanik sederhana, dan lainnya.

2. Temukan akar masalahnya. Bisa juga “kebandelan” anak tersulut lantaran ada ketidaknyamanan di dalam hatinya. Kita perlu menemukan akar masalah dari ketidaknyamanan tersebut. Anak yang kerap mengganggu adik, bisa jadi karena ia cemburu kepada kita yang menurutnya pilih kasih. Ia kesal perhatian kita kepadanya direbut adik sehingga si adik kerap menjadi sasaran kemarahannya. Nah, kita koreksi diri, apakah memang betul selama ini terlalu memerhatikan si adik dan tak peduli pada si kakak? Jika selama ini kita alpa tentu kita harus mengubahnya dengan berusaha seadil mungkin sambil memberi pengertian kepada si kakak jika kita tak membedakan ia dan adiknya dalam memberikan kasih sayang.

Si Bandel yang Cerdas

Untuk urusan pelajaran, si buah hati jagonya. Soal-soal matematika yang sulit berhasil dikerjakannya dengan baik. Begitu pun dengan sejumlah mata pelajaran lainnya. Hanya saja… nah, ini dia! Si buah hati suka mengompori temantemannya untuk melakukan tindakan-tindakan yang melanggar peraturan, semisal mengajak teman-temannya untuk naik pohon beramairamai padahal pohon tersebut cukup tinggi.

Ia juga suka berteriak-teriak di dalam kelas dan melompat-lompat di atas meja kelas. Akibatnya, Mama Papa bolak-balik dipanggil ke sekolah. Hmmm… bandelkah si buah hati? Kalau mau jujur, ketika mendapati anak melakukan tindakan indisipliner, sering melanggar peraturan, bertingkah laku agresif, tidak patuh terhadap perintah, suka usil kepada teman atau adiknya, menjadi provokator, umumnya orangtua dan orang dewasa lain akan langsung mencapnya sebagai anak nakal atau bandel. Akan tetapi, benarkah ia memang bandel? Mari kita simak ulasan ahlinya berikut ini.

BERSIFAT SUBJEKTIF

Sebetulnya, “nakal” atau “bandel” sangat relatif, bergantung pada sudut mana kita melihat dan di situasi seperti apa kejadian tersebut berlangsung, juga seberapa sering hal tersebut terjadi. Di sisi lain, anak usia SD masih butuh bimbingan, ia belum mampu memahami sesuatu dengan sangat baik, belum mampu mengontrol perilakunya dengan sangat baik, sehingga wajar jika muncul kenakalan-kenakalan. Jadi, “bandel” atau “nakal” umumnya hanya cap yang secara subjektif kita tempelkan pada anak. Kenapa subjektif?

Karena mungkin saja ia bukan bandel melainkan kreatif, punya keingintahuan yang besar, penasaran, cari perhatian, ingin menunjukkan kemampuannya, dan sebagainya. Umpama: anak menjadi provokator, meminta teman-temannya untuk naik beramai-ramai ke atas pohon, melompati pagar sekolah, menirukan gerakan superhero dengan naik ke atas meja dan melompat.

Itu dilakukannya bukan karena ia ingin berbuat jahil atau ingin melanggar peraturan, melainkan mungkin ingin menunjukkan bahwa ia memiliki teman-teman yang sangat kompak yang selalu melakukan sesuatu bersamasama. Bisa juga, ia ingin tahu rasanya bagaimana berada di ketinggian kemudian melompat bersama-sama? Sayangnya, ketidaksesuaian perilaku anak dengan harapan, sering kali membuat kita keburu mencap anak dengan “bandel” atau “nakal”.

Agar anak yang cerdas dapat dioptimalkan, berikan ia pelatihan di tempat kursus bahasa Perancis di Jakarta.

Dampak Musim Pancaroba Terhadap Pertanian

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat harus te – tap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem pada masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Nusa Tenggara hingga Bali sudah memasuki musim kemarau. Sedangkan di Pulau Jawa dan Indonesia bagian tengah sampai barat masih transisi. Tahun ini puncak musim kemarau di Jawa diperkirakan berlangsung mulai Agustus hingga September 2018.

pergeseran Waktu Tanam

Saat ini, sebagian besar petani di Pulau Jawa se – dang melakukan penanaman terutama di daerah yang dekat dengan irigasi. “Secara umum, sekitar 50% petani padi baru menanam,” ungkap Arya Yu – das, Marketing Manager Dupont HSB yang bebe – rapa hari terakhir sibuk di lapangan, kepada AGRINA (8/5). Agus Suryan – to, Senior Crop Manager PT Bi – na Guna Kimia yang juga me – man tau area p e r t a n a m a n padi mengata – kan, musim ta – nam kali ini cenderung tertunda. “Khususnya daerah Jawa Ba – rat,” terangnya. Bukan hanya ter lambat, Ab – dul Sakur Ha – fidz, petani padi asal Subang ini justru baru pa – nen padi musim tanam (MT ) I. Menurut Abdul, ia telat mena – nam padi karena sawahnya tergenang banjir. “Tanggul Sungai Batang Leutik jebol karena rusak pas banyak air hujan,” jelasnya. Namun ia optimistis, padi yang ditanam sejak Maret 2018 itu akan panen dengan hasil yang bagus. Perubahan waktu tanam juga diungkapkan Sukoco, petani padi asal Bekonang, Mojolaban, Surakarta. Menurutnya, waktu tanam padi di dae – rahnya sudah tidak seperti dulu lagi. “Tanam padi kami tidak serentak karena pertanaman sebelumnya banyak yang gagal panen,” terangnya. Gagal panen tersebut akibat serangan hama sundep. Jadi, saat ini di wilayahnya ada pertanaman padi semua umur.

prakiraan OpT

Menurut Sukoco, peralihan musim selalu berdampak bagi sektor pertanian. Saat musim hujan, suhu udara sangat lembap dan tanaman kurang sinar matahari. “Kalau kondisi seperti itu, banyak organisme pengganggu tumbuhan (OPT),” ujarnya. Namun sebaliknya, sewaktu musim kemarau tanam – an padi mendapat sinar matahari yang cukup. Yang penting, lanjut dia, pengairan cukup supaya tanam – an tumbuh bagus dan terhindar dari OPT. Sejauh ini, berdasarkan pengamatan lapang, menurut Agus, kondisi pertanaman padi terlihat lebih baik, “Alhamdulillah, serangan OPT menurun,” katanya. Namun demikian, petani harus tetap waspada akan ancaman serangan hama dan penyakit. Selama menelusuri beberapa daerah sentra, Arya menemukan sejumlah tanaman padi yang terserang penggerek batang dan hama putih palsu.

Untuk pengendalian penggerek batang, petani bisa meng – aplikasikan insektisida berbahan aktif klorantraniliprol 50g/l dengan konsentrasi 3 ml/l air. Penggunaannya pada umur 21 dan 28 hari setelah tanam (HST). Sedangkan untuk penyakit, menurut Agus, sudah terlihat gejala busuk leher (neck blast). Untuk melindungi padi dari penyakit blas, petani bisa meng apli – kasikan fungisida berbahan aktif tricyclazole dengan dosis 25 g/tangki sekitar 15 hari setelah sebar. Apli – kasi berikutnya pada umur 30, 40, dan 60 hari setelah tanam (HST) dengan dosis 25-50 g/tangki. Jika musim kemarau nanti termasuk kemarau ba – sah, kemungkinan yang menyerang adalah penyakit hawar pelepah. Dan kalau sampai awal Juni masih hujan, penyakit kresek juga bisa muncul.