Empat Rencana Besar Pemanfaatan Twitter di Indonesia

Dalam kunjungannya ke Indonesia (26/3) bertajuk #AwalBaru, di hadapan sejumlah media Dick Costolo, CEO Twitter menyampaikan rencana pengembangan Twitter di Tanah Air. Twitter akan fokus di empat area penting bagi Indonesia di tahun ini. Keempat area itu adalah Twitter untuk pengguna, pelaku bisnis, pendidikan, dan komunitas. Untuk penggunanya di Tanah Air, Twitter bersama dengan Pulse Lab Jakarta (PLJ), kerjasama antara PBB dan BAPPENAS berencana mendukung inovasi data yang memiliki dampak sosial lebih nyata. Data milik Twitter akan dimanfaatkan oleh PLJ guna mendapatkan masukan terhadap pembangunan sosial dan isu kemanusiaan. Pada area kedua, yakni Twitter untuk pelaku bisnis, Dick menegaskan bahwa Twitter akan meluncurkan solusi bagi UKM guna membantu pelaku usaha berhubungan dan berjualan kepada follower Twitter-nya di Indonesia dan seluruh dunia.

Sumber : Wallpaper Keren

Harapannya, pelaku usaha kecil bisa meraih lebih banyak pelanggan dan keuntungan yang optimal. Sedangkan untuk pendidikan, Twitter menciptakan program followship #Twitter4WaniTek bersama Universitas Indonesia. Program ini untuk mendukung mahasiswi tahun kedua dari keluarga kurang mampu atau bagi yang memiliki nilai dan prestasi akademik di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Guna mendorong lebih banyak perempuan Indonesia terjun ke dunia TI, Dick menegaskan ini adalah program beasiswa pertama Twitter di dunia. Lewat program ini, Twitter berharap bisa meningkatkan mutu pengetahuan TI bagi komunitas perempuan. Area terakhir adalah komunitas. bekerjasama dengan beberapa organisasi LSM sebagai bagian dari upaya #Twitter4Good, program ini bertujuan memahami isu sosial yang terjadi di Tanah Air. Tak hanya itu, Twitter juga serius menggandeng komunitas lokal, seperti Akademi Berbagi, ICT Wacth, Onno Center, YCAB dan sebagainya

Wifi Extender Terbaik untuk Akses WA WEB

Wifi Extender Terbaik untuk Akses WA WEBPesatnya penggunaan Internet di Indonesia, telah diantisipasi oleh Zebra Technologies yang tahun lalu sempat menjadi perhatian beberapa pihak, karena rencananya mengakuisisi salah satu unit bisnis Motorola (Motorla Solutions Enterprise Business) senilai US$ 3,45 milyar. Di tahun 2015 ini, sebagai implementasi dari akuisisi unit bisnis Motorola, produsen yang bermarkas di Lincolnshire, Illinois, AS terse but, menghadirkan tiga access point (AP) dari Motorola untuk kelas enterprise yang telah mendukung standar Wi-Fi terbaru 802.11ac. Standar Wi-Fi baru ini bukan hanya menawar kan koneksi data yang lebih cepat, tapi juga lebih stabil dan tahan gangguan interferensi. Sebagai AP untuk pelaku bisnis, seperti di hotel, rumah sakit, atau sarana publik lain nya, tiga AP tersebut diklaim ZEBRA Tech nologies dapat menyediakan koneksi nirka bel dengan reliability tinggi (tahan untuk penggunaan 24 jam/terusmenerus), tanpa meninggalkan kualitas transfer (downlink dan uplink) data secara optimal. Menurut pengakuan Riandy Shane, Senior Business Manager Harrisma Informatika Jaya (distributor resmi produk ZEBRA Technologies di Indonesia), berdasarkan pengalaman produk AP Motorola terdahulu, AP dari ZEBRA diklaim sanggup dioperasikan terus-menerus selama 5 tahun tanpa masalah. ZEBRA Technologies, sebagai perusahaan AP7502, AP7522, AP7532: 3 AP 802.11ac ZEBRA Technologies di Segmen Bisnis Salah satu ciri dari produk kelas enterprise dari tiga produk AP Zebra (AP7502, AP7522, dan AP7532) dan satu produk Zebra Power over Ethernet Injector (kanan bawah) adalah desain minimalis dan berbalutkan material kuat (bagian bawah terbuat dari metal).

penyedia yang dikenal sebagai penyedia berbagai solusi untuk barcode, RFID, mobile computing, dan network ini mengatakan bahwa ketiga AP terbaru mereka yang telah mendukung standar koneksi 802.11ac sesuai spesifikasi IEEE 802.11ac adalah merupakan generasi ke-5 standar 802.11 yang sanggup melakukan pengiriman data nirkabel dengan kecepatan 3 kali lebih cepat daripada standar 802.11n sebelumnya. Menurut prediksi ZEBRA Technologies, di tahun 2015 ini mayoritas produk-produk Wi-Fi sudah mengadopsi teknologi nirkabel baru tersebut.

Adopsi berbagai pihak perlu dilakukan mengingat datangnya era Big Data dan Internet of Things (IoT) saat ini. Menurut Riandy Shane, “Zebra Technologies meluncurkan produk WiFi terbaru model AP7502, AP7522, dan AP7532 yang sudah menggunakan teknologi 802.11ac agar menghadirkan solusi lebih baik bagi para pengguna Internet.” “Kami telah ditunjuk ZEBRA Technologies untuk melakukan pendistribusian produk di tanah air”, tegas Riandy. PT Harrisma yang berdiri sejak tahun 1986 selama ini juga dikenal sebagai mitra bisnis produk-produk enterprise lainnya, seperti HP, Lenovo, Apple, dan Brother. Akusisi salah satu unit bisnis Motorola otomatis menambah portfolio produk ZEBRA untuk bisa bersaing dengan produk AP router enterprise lainnya, seperti Alcatel-Lucent Enterprise, Aruba, Cisco, D-Link, Juniper, Netgear, HP, Huawei, Ruckus, TP Link, dan Ubiquiti, dan lain-lainnya.

Hp Android Terbaik yang Bisa untuk Streaming di Gudang Movie

Hp Android Terbaik yang Bisa untuk Streaming di Gudang MovieAda satu hal menarik dari kehadiran kedua smartphone dengan SoC Intel terbaru tersebut. Harga jual sama (Rp 4 juta) dari Lenovo P90 dan salah satu varian Asus Zenfone 2 (ZE551ML) ternyata tidak dibarengi dengan spesifikasi teknis yang juga sama. Keputusan untuk memilih salah satu smartphone dengan harga mirip tentu lebih sederhana jika keduanya ditawarkan dengan spesifikasi yang relatif sama. Persoalan tentunya hanya berkutat pada faktor subjektif si pembeli dan faktor lain, seperti build quality, purna jual, ketersedian aksesori, atau reputasi produsen itu sendiri. Namun, keputusannya menjadi susahsusah gampang jika pembeli dihadapkan dengan dua smartpone dengan harga yang sama, tetapi menawarkan spesifikasi yang berbeda. Ter utama perbebedaan di aspek penting bagi sebagian pengguna, yaitu SoC Intel itu sendiri dan kapasitas RAM. Inilah yang terjadi pada Lenovo P90 dan salah satu varian Asus Zen fone 2 (ZE551ML) yang hadir di pasaran de ngan harga jual yang sama (Rp 4 juta). Apa bila Lenovo P90 ‘hanya’ diperkuat dengan SoC Intel Atom Z3560 (Quad-core 1.83 GHz) dan RAM 2 GB, salah satu varian Asus Zenfone 2 (ZE551ML) justru telah dilengkapi dengan SoC Intel Atom Z3580 (Quad-core 2.3 GHz) yang lebih cepat dan kapasitas RAM 4 GB yang lebih ‘lega’. Perbedaan lainnya yang juga layak di sebutkan adalah absennya kehadiran slot external storage (MicroSD), dan OS Android 5.0 Lollipop pada Lenovo P90. Selain adanya dukungan media eksternal MicroSD dan dual Micro-SIM, adanya sistem operasi terbaru Android 5.0 Lollipop (tanpa harus menunggu update produsen) jelas memeberikan nilai tambah tersendiri bagi Asus Zenfone 2. Lalu, adakah keunggulan Lenovo P90 dibandingkan Asus Zenfone 2 (ZE551ML)? Dari pengamat an spesifikasi teknisnya, ada dua keunggulan yang dimiliki Lenovo P90, yaitu kapasitas baterai yang lebih tinggi (3900 mAh vs 3000 mAh) dan dukungan standar Bluetooth terbaru (BT 4.1 vs BT 4.0).

Beberapa pertanyaan pun akan muncul di benak kita. Apakah harga jual kedua produk yang sama tapi dengan spesifikasi berbeda ini hanya merupakan masalah perbedaan kebijaksanaan dari masing-masing pro du sen? Apakah ini berkaitan dengan faktor lain yang tadi disebutkan, seperti build quality, kualitas purna jual, ketersedian beragam aksesori, atau reputasi pro dusen? Mungkinkah juga ada faktor Intel sehingga terjadi perbedaan harga? Pertanyaan ketiga perlu diutarakan mengingat kabar selentingan yang beredar berkaitan dengan ‘dukungan’ signifikan Intel selama ini kepada mitra produsennya, dalam Lenovo P90 dan Asus ZenFone 2: Faktor Intel atau Strategi Produsen? hal ini ASUS. Dukungan kuat Intel (berkaitan harga, subsidi, acuan desain platform) di anggap vital di tengah-tengah hegemoni perusahaan besar di dunia smartphone, seperti, Apple, Samsung, Qualcomm, dan ARM. Kedua produsen (Asus dan Lenovo) sebenarnya sama-sama melakukan iterasi (perulangan) dalam penggunaan SoC Intel Atom pada produk smartphone-nya. SoC Intel Atom (Z2580) pertama kali disematkan Lenovo pada smartphone seri K900, diikuti Asus pada smartphone seri Zenfone. Kedua smartphone, khususnya Zenfone terbilang cukup sukses di pasaran Asia Tenggara, termasuk Indo nesia. Namun, perkembangan beberapa tahun belakangan ini menunjukkan Lenovo yang lebih ‘getol’ memasarkan smartphone nonIntel dibandingkan Asus yang lebih berkomitmen dengan smartphone berbasis Intel. Inilah yang mendasari dugaan sementara Intel pun lebih ‘berpaling’ ke Asus ketimbang Lenovo yang ‘mendua’ dalam urusan memilih SoC untuk smartphone-nya. Argumen adanya tendensi Intel ke Asus dibandingkan Lenovo bisa saja salah. Yang pasti, keputusan pembelian ada di tangan Anda, apakah memilih Zenfone 2 dengan SoC lebih cepat dan RAM lebih besar atau Lenovo dengan baterai yang lebih tahan lama.

Kejaksaan Teliti Pelanggaran HAM Berat di Aceh

JAKARTA – Kejaksaan Agung masih meneliti berkas penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atas dugaan pelanggaran HAM berat di Aceh semasa pemberantasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada kurun 1989-1998. Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan penanganan perkara pelanggaran HAM berat perlu lebih teliti lantaran berbeda dengan pelanggaran kejahatan biasa. “Memang sudah diserahkan Komnas HAM, tapi kami teliti dulu karena kasus pelanggaran HAM berat itu hasil penyelidikannya adalah pro justitia, nilainya sama dengan penyidikan di perkara pidana biasa,” kata Prasetyo. Menurut Prasetyo, penelitian itu diperlukan sebelum memutuskan untuk menaikkan berkas ke penyidikan. Ia mengatakan Kejaksaan perlu mengetahui sejauh mana bukti awal yang sudah dikumpulkan oleh Komnas HAM. “Kami juga akan lihat apakah bukti itu sudah memenuhi syarat untuk ditingkatkan ke penyidikan,” katanya. Berkas penyelidikan yang diserahkan oleh Komnas HAM ke Kejaksaan Agung berkaitan dengan peristiwa yang dikenal dengan istilah Rumoh Geudong, sebuah rumah adat Aceh yang menjadi tempat penyiksaan keluarga dan anggota GAM.

Ketika itu, pemerintah menetapkan status Daerah Operasi Militer di Aceh untuk menumpas GAM. Sebanyak 40-118 korban yang tertangkap diduga disiksa, diperkosa, hingga dibunuh di Rumoh Geudong atau Pos Satuan Taktis dan Strategis (Sattis) yang dibentuk selama operasi yang dikenal dengan nama Jaring Merah. Komnas menuding Panglima TNI, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Brimob, Pangdam Bukit Barisan, Komandan Jaringan Merah, dan Danrem Lilawangsa yang bertugas pada periode itu bertanggung jawab dalam kasus ini. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Santos Gunawan Matondang, irit komentar mengenai laporan Komnas HAM itu. “Tanyakan saja ke Komnas, dari kami tidak demikian,” ujarnya. Kepala Penerangan Kopassus, Letnan Kolonel Czi Denden Sumarlin, juga enggan berkomentar. “Komentar kami sama dengan Kapuspen,” kata dia

Kebun Bibit Srengseng Terancam Hilang

Sekretaris Dinas Kehu- tanan DKI Jakarta, Uus Kuswanto, merasa gusar. Sebab, instansinya bisa kehilangan lahan kebun bibit tanaman hias yang terletak di Srengseng, Jakarta Barat. Kebun ini sangat penting bagi Dinas Kehutanan. Di lahan seluas 7,4 hektare itu, bibit tanaman hias untuk Ibu kota dikembangkan. “Kebutuhan tanaman hias untuk pemeliharaan dan penataan di Jakarta bakal terancam kalau kebun itu melayang,” ujar Uus kepada Tempo di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, kemarin. Menurut Uus, kebun bibit itu juga berfungsi sebagai salah satu ruang terbuka hijau. Selain di Srengseng, kebun bibit lain ada di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Di kebun bibit Srengseng terdapat sebuah kolam. Luasnya sekitar dua kali lapangan sepak bola. Airnya untuk menyirami tanaman di jalanan dan tempat-tempat umum. Sebagian tanaman di jalanan barat Jakarta disiram dengan air itu. Kini, aset negara tersebut terancam melayang setelah Pengadilan Negeri Jakarta Barat mengabulkan gugatan dari Ali Effendy dan kawan-kawan pada 13 Desember 2017. Para penggugat mengklaim sebagai pemiliknya.

Masalah tambah runyam lantaran pemerintah DKI terlambat mengajukan banding sehingga bisa dianggap menerima putusan. Ali dan kuasa hukumnya langsung memasang empat plang pemberitahuan bahwa kebun tersebut tengah dalam perkara. Salah satu plang bertulisan “Dilarang Melakukan Kegiatan Apa pun di Atas Tanah Ini” terpasang di tengah aula. Salah seorang penjaga kebun bibit, Fauzi Irawan, tak kuasa melarang pemasangan plang pada 9 November tahun lalu itu. “Mereka katanya melaksanakan perintah pengadilan,” tuturnya. Kala itu memang putusan sela mengabulkan gugatan Ali dan kawan-kawan. Setelah plang dipasang, jumlah penjaga keamanan ditambah satu sehingga menjadi delapan orang untuk mencegah keributan yang bisa terjadi. Namun, hingga kemarin, Dinas Kehutanan masih menguasai lahan kebun bibit tersebut. Para pekerja harian lepas kemarin terlihat beraktivitas normal di sana. Sebagian dari mereka memasukkan tanah bercampur sekam ke dalam polybag. Lainnya menyirami bibit dan pelbagai tanaman hias. “Di sini memang asri. Sayang kalau lepas,” ucap Fauzi

Pasar Otomotif Australia Jadi Incaran

JAKARTA — Kementerian Perdagangan menilai pasar otomotif Australia potensial menjadi ladang ekspor produk kendaraan bermotor dalam negeri. Peluang semakin terbuka seusai perundingan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IACEPA) rampung beberapa waktu lalu. “Bukan hanya mobil konvensional, tapi juga listrik dan hybrid,” kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Imam Pambagyo, kemarin. Imam mengatakan industri otomotif Thailand juga berkembang pesat setelah negara tersebut merampungkan negosiasi kerja sama perdagangan dengan Negeri Kanguru. “Kami belum punya angka targetnya, tapi kita bisa masuk ke sektor tersebut,” ujarnya. Pada IA-CEPA, Australia tak hanya berkomitmen menghapus bea masuk terhadap 6.474 pos tarif, tapi juga bakal memberikan kemudahan ekspor mobil hybrid dan listrik. Kemudahan akan diberikan dengan persyaratan produk berupa change in tariff heading, qualifying value content 35 persen, atau built in Indonesia dari complete knock down. Imam berharap terbukanya pasar otomotif Australia akan diikuti oleh negara lainnya.

“Australia bukan satu-satunya target, tapi bagaimana kita bisa masuk ke pasar dunia,” ujar Imam. Dia berharap peningkatan ekspor otomotif dapat memperkecil defisit perdagangan antara Indonesia dan Australia, yang tahun lalu mencapai US$ 3,48 miliar. Pada semester pertama lalu, defisit perdagangan Indonesia-Australia sebesar US$ 1,36 miliar, turun 18 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 1,67 miliar. Menurut Direktur Perundingan Bilateral, Ni Made Ayu Marthini, hasil perundingan soal ekspor mobil listrik dan hybrid dengan Australia bakal menjadikan produk otomotif Indonesia lebih murah ketimbang produk negara lain. “Potensinya bagus dan bisa jadi andalan ekspor,” kata Made.