Emas Digital

Uang yang kita kenal mempunyai wujud fisik berupa logam dan kertas. Berbeda dengan bitcoin. Sebagai cryptocurrency yang lahir dari sebuah software, wujud bitcoin bisa dibilang hanya berupa kode digital. Ia lahir dari sebuah jaringan yang melepas tidak lebih dari 50 bitcoin per blok setiap sekitar 10 menit. “Jumlah itu adalah jumlah yang dikeluarkan pada masa awal bitcoin diperkenalkan. Setiap 4 tahun jumlah itu akan berkurang sampai jumlah total 21 juta bitcoin tercapai,” jelas Oscar Dharmawan, CEO Bitcoin Indonesia. Saat ini bitcoin sudah memasuki tahun ke-5 sehingga jumlah bitcoin yang dikeluarkan per bloknya adalah 25 bitcoin. Sampai tulisan ini dibuat, bitcoin yang beredar tercatat sudah mencapai 12.646.175 (blockchain.info, per Januari 2014).

Sementara jumlah total bitcoin diperkirakan akan tercapai pada tahun 2017. Nakamoto mengembangkan Bitcoin sebagai sebuah sistem di dalam jaringan. Sistem ini membuat secara acak dan kemudian mendistribusikan bitcoin-bitcoin baru. Saat ini, ada 150 bitcoin yang dilepas ke jaringan setiap jam. Karena lahir di dunia digital, bitcoin yang dilepas ke jaringan pun berbentuk kode-kode tertentu yang hanya bisa ditangkap oleh hardware dan software tertentu pula. Sebab, bitcoin dirancang dengan menggunakan algoritma khusus.

Inilah yang menyebabkan jumlah total bitcoin yang beredar bisa ditentukan sejak awal kemunculannya. Bahkan, catatan seluruh transaksi bitcoin pun dapat dilacak hingga ke masa pertama kali digunakan. Masih sulit membayangkannya? Oscar memberikan analogi yang lebih mudah dipahami. “Bitcoin hampir sama dengan emas yang jumlahnya sejak awal sudah pasti. Semakin lama, emas semakin banyak ditambang sehingga jumlahnya berkurang. Akan tetapi, di sisi lain, permintaan orang terhadap emas semakin tinggi sehingga nilainya terus meningkat. Begitu juga dengan bitcoin,” jelas Oscar. Dengan kata lain, ketika jumlah bitcoin sudah mencapai 21 juta, nilai 1 bitcoin saat itu bisa lebih tinggi dibandingkan nilai yang sama saat ini.