Peluang Besar Bisnis “Market Garden” Bagian 2

Selain itu, masyarakat metropolis juga haus akan suasana kehidupan desa, terlebih apabila disertai acara memanen komoditas tertentu. Untuk mewujudkan gagasan tersebut petani belimbing dan jambu air di Citayam perlu diorganisir, diatur panen buahnya, dengan informasi yang rapi. Kemudian konsumen di Jakarta juga diorganisir dengan menghubungi Darma Wanita, Persit, PKK, sekolah, dan berbagai perkantoran serta komunitas; untuk diajak ke lokasi petani buah tersebut. Selain pengorganisasian, aktivitas seperti ini juga memerlukan pernik-pernik kecil.

Misalnya, diperlukan inventaris sepatu bot, payung, jas hujan, gunting pohon, sejumlah pengunjung yang ditargetkan. Selain itu juga diperlukan toilet portable, atau permanen yang setiap habis dipakai harus langsung dibersihkan oleh petugas setempat. Seluruh biaya tersebut akan dibebankan ke konsumen. Sebagai imbalan, kelompok masyarakat metropolis itu akan siap untuk membayar dengan harga pantas. Aslinya, konsep market garden di beberapa metropolis dunia, hanyalah berupa petani, yang mengelola satu sampai dua hektar lahan, dengan variasi tanaman sebanyak mungkin, dalam petak-petak kecil.

Di gerbang lahan tersebut dipasang pengumuman, bahwa hari itu, atau minggu ini, bisa dipanen bayam, kacang tanah, melon, dengan volume sekian. Para pelaku market garden di metropolis dunia ini, sudah punya pelanggan tetap, dengan hubungan yang sangat dekat. Bahkan tak jarang, para petani itu menanam komoditas pesanan konsumen pelanggan. Dengan market garden, para penghuni metropolis seakan punya kebun sendiri, dengan produk yang dijamin segar, bahkan kalau perlu bisa bebas dari pupuk dan pestisida kimia.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *