Peluang Besar Bisnis “Market Garden”

Salah satu metropolis Jakarta dibanding Singapura, Hongkong, Tokyo, kekurangan Paris, dan New York adalah, Jakarta belum punya “market garden”. Yakni aktivitas pertanian lahan sempit, yang bisa dipanen langsung oleh konsumen. Agar aktivitas pertanian ini bisa punya akses langsung ke konsumen, diperlukan pengorganisasian dan jaringan informasi akurat. Dewasa ini jaringan informasi digital sudah ada, sangat cepat, dan sangat murah.

Baca juga : Jasa SEO Semarang

Sayang, pengorganisasian nya justru belum ada. Akibatnya, anggota kelompok tani Cibatubelah, di Desa Salem, Kecamatan Pondok Salam, Purwakarta, Jawa Barat, hanya bisa menjual satu ikat jagung manis kualitas terbaik, dengan harga Rp 20 ribu. Satu ikat itu berisi 10 tongkol jagung manis, dengan bobot lebih dari lima kilo (dua tongkol lebih dari satu kilo). Berarti harga per kilo kurang dari Rp 4.000. Padahal di sebuah warung dekat lokasi kelompok tani tersebut, jagung manis dengan kualitas lebih rendah, dijual dengan harga Rp 8.000 per kilogram.

Segmen Pasar

Kelompok tani tadi, sebenarnya punya jalur komunikasi ke kalangan elite di Jakarta. Kelompok elite Jakarta ini juga sudah berlangganan datang, menginap di lokasi tersebut, dan membeli hasil panen kelompok tani tadi. Yang masih belum terjadi adalah pengorganisasian, dan manajemen informasi. Misalnya, kalau informasi tentang panen jagung manis tadi diinformasikan ke kelompok masyarakat metropolis Jakarta, lalu dibuat agenda panen dan bakar jagung pada malam tahun baru; hasilnya akan lain. Masyarakat elite metropolis Jakarta, belakangan ini sudah terganggu dengan hiruk-pikuk bunyi petasan pada malam pergantian tahun.

Dengan promosi: “Nikmati malam pergantian tahun di tengah kesunyian alam pedesaan, dengan jagung yang dipanen dan dibakar sendiri!” Sekitar 50 konsumen bisa diperoleh. Pengorganisasian memang merupakan titik lemah sektor agro di Indonesia. Padahal dalam market garden, pengorganisasian diperlukan untuk dua belah pihak, baik petani maupun konsumen. Contoh, di Desa Citayam, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, saat ini para petani belimbing dan jambu biji sedang kesulitan menjual hasil panen mereka, karena harga jatuh. Padahal hanya beberapa kilometer dari Citayam, ada kota Depok, Tangerang, Bogor, dan DKI Jakarta dengan populasi penduduk lebih dari 10 juta jiwa, dengan tingkat daya beli tinggi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *