sat-jakarta.com – Perawatan tali pusat bayi baru lahir sangatlah penting, karena di situ ada celah yang bisa menimbulkan infeksi. Cara perawatan tali pusat adalah membersihkannya dengan kasa steril dan alkohol, terutama pada bagian dekat dinding perut. Setelah selesai, tutup pusar menggunakan kasa steril. Bila pusar sudah puput, tetap bersihkan bagian ini.

baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Waktu tepat adalah pada saat memandikan bayi. Kemudian keringkan bagian dalam pusarnya agar tidak ada air tergenang. Jangan memegang pusar bayi dalam keadaan tangan kotor. Cuci tangan Mama Papa sebelum merawat bayi. Cium pusar bayi setiap hari. Bila tercium bau busuk, berarti ada infeksi dan harus segera dibawa ke dokter atau bidan.

Tip Bila Bayi Bodong

? Tak perlu takut berlebihan karena lambat laun dinding perut yang bodong akan menutup dengan sendirinya.

? Jangan banding kan pusar bayi dengan pusar Mama Papa yang tidak bodong. Seiring perkembangan usia, pusar bodong pun akan kelihatan tidak menonjol karena lemak di sekitar perutnya akan menutupi tonjolan.

? Tindakan ope rasi umumnya akan diambil sesuai kasus. Kalau sampai usia 6 tahun pusar anak masih bodong dan mengganggu penampilan, maka bisa dlakukan tindakan operasi kecil.

? Pemakaian gurita boleh saja, tetapi cukup di bagian pusar.

Bayi Prematur Sulit Dapat Pasangan Saat Dewasa

Ah, masa sih? Begitulah kata penelitian. Studi yang pernah dilakukan sebelumnya mendapati, para bayi prematur cenderung tumbuh menjadi orang yang berhatihati dan kurang suka mengambil risiko. Hal ini ditegaskan lagi lewat penelitian yang dikepalai Dr. Tuija Mannisto dari Northern Finland Laboratory Centre Nordlab di Oulu, Finlandia.

Menurut peneliti, sikap tersebut tak hanya ditunjukkan terhadap hal-hal umum, karena orang yang dulunya lahir sebagai bayi prematur juga sering kurang berhasil dalam percintaan. Sebagian kecil dari kelompok ini juga terbilang betah tinggal bersama orangtua hingga usia dewasa dan tergolong pemalu. Namun, hal ini tak berarti mereka tidak hidup bahagia, karena sebagian besar dari mereka nantinya akan menjalani kehidupan yang baik, memiliki anak, dan punya hubungan harmonis dengan orangtuanya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *